Tolak Penertiban, Puluhan PKL Hadang Aparat Satpol PP Hingga Adu Mulut
Mediabogor.co, BOGOR – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) ini langsung menghadang aparat Satpol PP Kota Bogor saat akan menertibkan puluhan lapak milik PKL yang berjualan di Jalur Pedestrian di kawasan Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.
Pedagang tersebut menolak lapaknya dibongkar oleh petugas, lalu melancarkan protes hingga terjadi adu mulut dengan petugas.
Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada para pedagang untuk melakukan penertiban lapak PKL di kawasan Pasar Kebon Kembang.
“Tapi saat hari ini tadi barusan kami datang ke sini ternyata ada masuk kelompok lain ke pedagang yang kami komunikasikan. Bukan pedagang yang ada di sini. Mereka mencoba menolak, berteriak-teriak, memprovokasi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (4/2/2024).
Untuk menghindari kericuhan akibatnya aksi penolakan tersebut. Ia pun meminta kepada para pedagang untuk membongkar lapaknya sendiri.
“Kami akhirnya sampaikan dengan sikap kami, dan kita ambil jalan tengah dengan para pedagang, mereka akan bongkar sendiri sampai nanti sore,” katanya.
“Kita menjaga suasana kondusifitas Kota Bogor tetap terjaga. Kita memilih untuk mundur sebentar, nanti sore kami ke sini lagi,” lanjutnya.
Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan tempat untuk para pedagang yang nantinya akan di relokasi ke tempat yang baru yakni ke Pasar Dewi Sartika.
“Kalau mereka menolak, kita bisa diskusikan. Nggak harus dengan cara menghadang di tengah jalan,” jelas Agus.
Menurut Agus, para pedagang yang menolak itu karena mereka sudah nyaman berjualan di jalur pedestrian yang bukan semestinya. Padahal kalau mereka pindah ke sana, pembeli pun akan pindah ke sana sebetulnya.
“Ya intinya mereka menolak. Mereka lebih nyaman berjualan di badan jalan. Alasannya mungkin karena lebih ramai, segala macam,” ujarnya.
“Ada 58 lapak yang akan kita tertibkan, nanti sore kita pantau lagi apakah sudah di bongkar apa belum,” tandasnya.
Penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai kawasan bagi pejalan kaki yang selama ini dipakai oleh para PKL untuk berdagang. (Andi)
Berikan Komentar