Tawuran Remaja Jadi Sorotan, KPAD Kabupaten Bogor Minta Pengawasan Diperkuat
Mediabogor.co, BOGOR – Aksi tawuran remaja yang kembali terjadi di Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor.
Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Waspada, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tawuran yang melibatkan banyak remaja. Salah satunya terjadi di Jalan Raya Bogor-Jakarta hingga membuat korban harus dirawat di rumah sakit.
“Rasa prihatin yang sangat mendalam atas peristiwa Tawuran Remaja/Pemuda yang sering terjadi di Kabupaten Bogor, termasuk yang baru saja terjadi di Jalan Raya Bogor-Jakarta yang melibatkan ratusan remaja / pemuda dengan korban harus dirawat dirumah sakit,” kata Waspada, Senin (31/8/2026).
Menurut Waspada, pengawasan dari orang tua perlu diperkuat. Orang tua juga diminta lebih dekat dengan anak agar mereka nyaman bercerita dan berada di rumah.
Ia juga meminta orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak agar tidak terlibat dalam perilaku menyimpang.
“Orang tua pastikan anak-anaknya tidak salah dalam pergaulan, sehingga dipastikan anak-anak tidak melakukan prilaku menyimpang termasuk didalamnya tawuran,” tegasnya.
Pengawasan juga dinilai perlu dilakukan bersama masyarakat. Warga diminta lebih peka jika melihat adanya tanda-tanda yang mengarah pada tawuran.
“Berharap kepedulian masyarakat, untuk peka terhadap indikasi-indikasi akan terjadinya tawuran, sehingga tawuran Remaja/Pemuda dapat dicegah sedini mungkin,” tuturnya.
KPAD Kabupaten Bogor juga meminta aparat penegak hukum tetap mengacu pada aturan saat menangani pelaku tawuran yang masih berusia anak.
“Meminta Aparat Penegak Hukum jika ada ramaja yg terlibat tawuran berusia anak (dibawah 18 tahun) diproses sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 yakni Undang – Undang Sistem Peradilan Pidana Anak,” sebutnya.
Selain itu, Waspada mendorong aparat untuk mengusut kemungkinan adanya pihak tertentu yang terlibat dalam aksi tawuran.
“Mendorong kepada APH untuk menggali informasi adakah dibalik terjadinya tawuran pelmuda / remaja keterlibatan oknum tertentu, jika ada hendaknya diproses secara hukum, agar peristiwa tawuran pelajar yang meresahkan tersebut tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, pencegahan tawuran tidak bisa hanya dilakukan satu pihak. Orang tua dan masyarakat perlu ikut menjaga serta mengawasi anak-anak.
Berikan Komentar