Sekda Pinta Visi Misi Kepala Daerah Tercapai Semua pada Tahun Terakhir RPJMD

Mediabogor.co, BOGOR – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanuddin menekankan jajarannya agar visi misi kepala daerah bisa tercapai pada tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di tahun 2023 mendatang.

“Jadi kita harus menyisir dengan baik dari mulai tahun pertama sampai tahun kelima. Semua visi misi Bupati yang dituangkan melalui Pancakarsa harus bisa terlaksana semua, jika ada yang tidak bisa dilaksanakan, harus ada alasan yang kuat,” kata Burhan pada Forum Konsultasi Publik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Ruang Rapat Ciliwung, Bappedalitbang, Cibinong, Kamis (10/2/2022).

Dalam forum tersebut, pemkab Bogor melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi memberikan saran dan masukan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023.

Dalam forum itu, Burhan berharap dapat bertukar informasi dan membangun kesepahaman terkait kondisi di Kabupaten Bogor dan masyarakat dapat berpartisipasi memberikan saran dan masukan untuk pembangunan di Kabupaten Bogor tahun 2023.

“Penyusunan RKPD ini harus melihat sesuai dengan skala prioritas, utamakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat harus jadi prioritas. Kemudian jangan ada ego sektoral, dalam melaksanakan pembangunan, sehingga diharapkan di akhir masa kepemimpinan Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Bupati Iwan Setiawan, terlaksana semua visi misi nya,” katanya.

Sementara, Analis Kebijakan Utama Kabupaten Bogor, Beny Delyuzar menjelaskan bahwa saat ini kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih dan wabah Covid-19 kembali mengalami peningkatan dimana belakangan ini penambahan kasus positif mencapai lebih dari 1.000 kasus per hari, Bed Occupancy Rate (bor) kembali meningkat, dan level PPKM dari level 2 kembali ditingkatkan ke level 3.

Hal ini tentunya akan membawa dampak yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2023. Karena, kata dia, pemkab Bogor saat ini belum dapat memprediksi kapan wabah Covid-19 akan berakhir.

“Untuk itu, saya minta agar masyarakat dapat memahami situasi ini. kita berharap tahun 2023 Covid-19 dapat terkendali sehingga program pembangunan akan dapat kita kejar, namun kita juga tetap perlu mempertimbangkan dampak wabah covid-19 dan PPKM ini terhadap laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan angka kemiskinan, serta mengantisipasi terjadinya bencana alam dan non alam yang mungkin terjadi sewaktu-waktu sehingga perencanaan program pembangunan tahun 2023 harus diarahkan secara selektif dan realistis”, katanya.

Selain itu, Beny menyebut, kemampuan keuangan daerah tahun 2023 ditargetkan sebesar 7 trilyun rupiah, dengan beban belanja pegawai maksimal 30% dari target APBD. “Di tahun itu juga kita harus mempersiapkan alokasi cadangan untuk Pilkada serentak tahun 2024 serta pembiayaan lainnya,” katanya. (Mug)

Berita Terkait

Berikan Komentar