PTM Digelar Besok, Atis Tardiana : Banyak Keluhan dari Warga Tentang PJJ

Mediabogor.co – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana angkat suara, soal banyaknya keluhan dari masyarakat tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan pemerintah di masa pandemi Covid-19.

Atis tak menapikan, jika selama PJJ diberlakukan, memang pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat. Mereka menilai, jika PJJ kurang efektif, lantaran selama proses pembelajaran banyak masyarakat yang terkendala pada ponsel, kuota dan sinyal.

“Ya kami tahu itu. Memang banyak masyarakat yang mengeluh soal ini. Mulai dari keterbatasan ponsel, sinyal dan kuota. Tapi mau bagaimana, kondisi saat ini kan sedang pandemi covid-19,” katanya, Minggu (14/3/2021).

Meski begitu, pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi dan inovasi, untuk memaksimalkan PJJ di masa pandemi ini. “Terus kami evaluasi. Mana yang belum baik, mana yang mesti diperbaiki, semuanya kami evaluasi,” ucapnya.

Kendati Dinas Pendidikan bertanggungjawab atas terselenggaranya mutu dan kualitas pendidikan yang baik bagi masyarakat, namun untuk menentukan kebijakan pemberlakuan pembelajaran tatap muka bukan ranah dan wewenang pihaknya.

“Pembelajaran tatap muka itu kebijakannya ada pada pemerintah pusat dan Pemkab Bogor, dalam hal ini Satgas Covid-19. Kami tidak bisa memberlakukan pembelajaran tatap muka, tanpa ada persetujuan dan lampu hijau dari Satgas Covid-19,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan sejumlah skenario, jika kedepan pembelajaran tatap muka diperbolehkan. Bahkan, Dinas Pendidikan juga sudah melakukan verifikasi terhadap 232 sekolah, yang mengajukan permohonan pembelajaran tatap muka.

“Dari 232 sekolah yang mengajukan pembelajaran tatap muka, hanya 171 sekolah atau 72 persennya, yang dinilai siap melakukan pembelajaran tatap muka. Tapi tetap, kami masih menunggu keputusan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Jika Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor sudah memberikan lampu hijau soal pembelajaran tatap muka, secara otomatis 171 sekolah tersebut bakal menjadi model dan percontohan, bagi sekolah-sekolah yang ingin menggelar pembelajaran tatap muka.

“171 sekolah ini terdiri dari 29 SD, 28 SMP, 32 SMA dan 32 SMK. Kemudian untuk MI ada 24 sekolah, MTS 18, MA 8 sekolah. Nantinya sekolah ini akan menjadi role model pembelajaran tatap muka di masa pandemi, itu pun kalau sudah ada keputusan boleh menggelar pembelajaran tatap muka dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor. Kalau belum ada, kami gunakan PJJ dulu,” tutupnya. (Wisnu)

Berita Terkait

Berikan Komentar