Perumda PPJ Akan Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi di Pasar Tradisional
Mediabogor.co, BOGOR- Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor berencana menerapkan uji coba aplikasi PeduliLindungi di dua pasar tradisional yang ada di Kota Hujan.
Rencananya, barcode vaksin Covid-19 jadi syarat masuk pasar tradisional ini akan diterapkan di Pasar Plaza Bogor dan Pasar Kebon Kembang dinBlok A, B, F dan G.
“Rencananya minggu depan uji coba aplikasi PeduliLindungi di tiga pasar,” kata Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir kepada wartawan, Senin (27/9/2021).
Meski penerapan aplikasi PeduliLindungi mulai diujicobakan pada pekan ini, namun Ia meminta kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan kelonggaran, termasuk sosialisasi terlebih dahulu.
“Saya minta jangan terlalu saklek seperti di mall yang di tolak masuk, yang kita butuhkan edukasi dulu kepada mereka,” katanya.
Muzakiir menyebut, penerapan kebijakan itu memang bertujuan untuk memastikan pasar tradisional memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19 sehingga dapat menggerakan ekonomi.
Namun kata dia di sisi lain masih ada permasalahan yang harus diperhatikan, diantaranya pengunjung pasar dan pedagang pasar belum tentu memiliki smart phone, serta kemampuan handphone mereka yang belum tentu bisa menyimpan foto.
“HPnya masih jadul, ini harus jadi pertimbangan. Kita berikan edukasi, besok-besok ke pasar bawa ya,” ucapnya.
Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor itu mengatakan jika pengunjung pasar atau pedagang cukup menunjukan bukti sudah menjalani vaksinasi Covid-19 saja.
“Hal itu masih ditolerir, agar bisa masuk pasar, dan akhirnya timbul kesadaran yang belum vaksin mau melakukan vaksin,” imbuhnya
“Penerapan ini berlaku untuk pedagagang dan pengunjung, tapi kan masyarakat yang tidak punya HP tidak bisa masuk? kan gak bisa gitu,” lanjutnya.
Muzakiir juga mengaku dari total 9.000 pedagang yang berada di bawa Perumda PPJ, 80 persen sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Namun, jika bicara Kabupaten Bogor baru mencapai 30 persen warga yang menjalani vaksin.
“Kita juga belum aman, dan gak mungkin Jabodetabek turun ke level 2 sebelum bantu daerah yang rendah capaian vaksinasinya,” tandasnya. (Andi)
Berikan Komentar