Pernyataan Sikap Cipayung Plus Bogor Raya Menolak Kenaikan Harga BBM di Istana Bogor

Mediabogor.co, BOGOR – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Bogor Raya menyatakan sikap menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Istana Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Selasa (20/9). 
 
Mahasiswa Cipayung Plus Bogor menilai, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan keputusan yang tidak tepat karena hanya akan mengorbankan kesejahteraan Rakyat, khususnya rakyat kecil. Mereka mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten bersama sama menolak kenaikan Harga BBM. 
 
Ada beberapa yang menjadi tuntutan Cipayung Plus Bogor Raya, antara lain :
1. Kembalikan UU Migas dari UU No.22 Tahun 2001 menjadi UU No. 8 Tahun 1971
2. Menolak Kenaikan Harga BBM
3. Mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten Boor untuk ikut menandatangani Pernyataan Sikap Penolakan kenaikan Harga BBM.
4. Tunda proyek strategis nasional (PS) yang tidak berdampak langsung pada
masyarakat, dah mengalihkan ke subsidi BBM. 
 
Sementara apabila tuntutanya tidak di penuhi oleh pemerintah para mahasiswa akan melakukan aksi besar  – besaran untuk menolak kenaikan harga BBM secara serentak. 
 
Menurut Mahasiswa, Dengan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan dalih APBN Indonesia tahun 2022 tidak akan sanggup menanggung beban subsidi BBM yang ditetapkan pemerintah sebesar 502, 4 triliun rupiah (dari pagu awal sebesar 152,5 triliun rupiah).
 
Hal ini disebabkan karena naiknya harga minyak Dunia, melemahnya nilai tukar rupiah, dan melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi Nasional melebihi ekspektasi yang ditetapkan pemerintah. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar