Pengusaha Puding Marshanda Dicalonkan PKS Untuk Maju Caleg Kota Bogor
Pengusaha Puding Marshanda Dicalonkan PKS Untuk Maju Caleg Kota Bogor
Mediabogor.com, BOGOR – Menjadi wakil rakyat memang terbuka bagi siapa saja, tidak terkecuali bagi pengusaha makanan Arip Ridwan, S.Sos yang mengawali karirnya dengan menjual makanan puding Marshanda yang berlokasi di Jln Veteran, Gg Ombi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Akan mencoba peruntungannya di pemilihan legislatif (pileg) Kota Bogor, 2019 mendatang.
Arip Ridwan maju menjadi Calon Legislatif (caleg) melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di dapil 1 Bogor timur dan Bogor tengah setelah berkasnya di verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.
Dikatan Arip Ridwan, dirinya memiliki suatu prinsip jika sudah dicalonkan menjadi calon legislatif oleh partai kita harus lebih serius serta bisa memegang amanah.
“menurut saya jadi caleg itu harus mempunyai modal, tetapi modal itu bukan dalam berupa uang atau materi saja, melainkan modal yang terlebih penting itu dalam bentuk sosial,” kata Arip.
Masih kata Arif, Jika ia terpilih nanti, pria kelahiran 17 Oktober 1981 ini akan lebih memfokuskan ke ekonomi tingkat bawah terutama pengembangan di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk masyarakat Kota Bogor nantinya.
Lanjut dirinya mengaku, “Karna basic saya dari seorang pelaku usaha kecil, makanya saya setidaknya ada untuk mereka dan lebih memahami apa yang di inginkan para pelaku usaha kecil agar lebih berkembang dan dikenal semua kalangan tentang pruduk yang mereka jual,” paparnya.
Ia menambahkan, awalnya maju sebagai caleg tidak dapat restu dari orang tua, karena orang tua mempunyai kekhawatiran.
“setelah di yakinkan oleh kaka saya, orang tua akhirnya merestui juga, bahkan, alhamdulillahnya sekarang keluarga besar suport saya untuk maju di pileg nanti,” bebernya.
Ia pun berharap jika terpilih nanti mudah mudahan bisa menjalin silaturahmi dengan pemilih dan bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
“yang penting saya bisa menjalankan amanah dengan baik, karena amanah jadi anggota dewan itu berat. Apalagi ini perwakilan masyarakat yang ada di dapil Bogor tengah dan Bogor Timur, karena tidak mungkin selama lima tahun itu saya bisa berinteraksi dengan seluruh warga di dapil saya, tapi i kalau kita prosesnya benar insya allah kedepannya akan benar, ” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar