Pemkab dan BBWS Siapkan 50 Miliar Pembebasan Lahan Waduk Cijurey dan Cibeet

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali memperjelas pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey di Cariu dan Tanjungsari. Saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan dan kajian Amdal.

Pasalnya, dua waduk tersebut akan dibangun sebagai upaya meminimalisir kiriman debit air yang menjadi penyebab banjir di kawasan Jabodetabek.

Kabag Administrasi Pembangunan pada Setda Kabupaten Bogor Ajat R Jatnika mengatakan saat ini Pemkab Bogor bersama Pemprov Jawa Barat telah sinkronisasi membentuk tim percepatan pembangunan kedua waduk tersebut.

“Pembebasan lahan masih belum, sekarang kita pelajari lahannya terdampak terhadap apa. Penelitian dari sisi Amdal, kemudian dampak sosial dan pendataan lahan. Barulah berjalan,” kata Ajat, Kamis (29/4/21).

Mengingat untuk merealisasikan dua waduk tersebut bakal memakan lahan luas termasuk persawahan di sekitar lokasi. Pihaknya menargetkan akhir tahun ini kedua waduk tersebut dapat dilelangkan.

“Oktober 2021 itu harus sudah lelang fisik. Ditargetkan keduanya berbarengan dibangun dan harus selesai pada 2024,” terangnya.

Disamping itu, Ajat mengatakan Detail Engineering Design (DED) kedua waduk direvisi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Kementerian PUPR. “Ada revisi DED terbaru yang menjadi dasar pembangunan, waduk Cijurey luasnya kurang lebib 200 hektare dari 70 hektare dan Cibeet kurang lebih 1300 hektare dari 1000 hektare,” paparnya.

Terpisah, Kasat Non Vertical Tertentu (SNVT) Bendungan BBWS Citarum Kementrian PUPR, Sandi Eryanto meminta Pemkab Bogor segera membebaskan lahan dan memperhatikan dampak sosial pembangunan dua waduk tersebut.

“Itu harus selesai dan segera dilelangkan tahun ini. Kalau tidak kemungkinan tahun depan tidak ada dana lagi. Memang kita lagi dikejar-kejar untuk pembangunan Cibeet dan Cijurey,” ucap Sandi.

Sandi menyebut BBWS Citarum Kementrian PUPR menyiapkan anggaran Rp50 miliar untuk pembebasan lahan. “Kita anggarkan untuk itu Rp miliar untuk dua bendungan. Dana fisik tahun ini Rp5 miliar sebagai pancingan pembangunan yang terkontrak agar akhir tahun terlihat bentuknya,” pungkasnya. (Mail)

Berita Terkait

Berikan Komentar