Ngeri! IPB Sebut Wabah PMK Cepat Menular Melai Udara
Mediabogor.co, BOGOR – Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Sri Murtini menyebut, wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak penyebarannya terbilang cepat karena melalui udara.
Bahkan, Sri menyebut, peternak berpotensi memindahkan virus ke kandang lain yang belum terkontaminasi.
“Seharusnya ada biosekuriti yang ketat untuk mencegah penyebarannya. Karena viabilitasnya sangat tinggi hingga 100 persen walaupun mortalitasnya rendah. Hal ini dapat menyebabkan produktivitas hewan menurun dan merugikan secara ekonomi,” kata Sri Murtini, Senin (23/5).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus RNA jenis aptovirus dari famili Picornaviridae dengan gejala gangguan atau erosi pada daerah mukosa mulut, lepuhan pada lidah, serta erosi pada gusi dan mulut serta nostril atau cermin hidungnya. Selain itu, gejalanya juga terlihat pada kuku yang mengalami peradangan.
“Biasanya virus ini menyerang hewan berkuku genap seperti hewan ternak dan ruminansia. Tetapi pada sapi itu yang paling menunjukkan gejala klinis yang nyata,” ungkap Sri Murtini.
Sementara, Dosen SKHB IPB University, Denny Widaya Lukman menegaskan bahwa PMK bukan merupakan masalah kesehatan masyarakat atau zoonosis.
Dia menerangkan, masalah utamanya adalah penyebaran antar hewan sangat tinggi dan daya tahan virus di lingkungan bisa mencapai satu bulan.
Apabila tidak segera diatasi, maka dapat menjadi sumber penularan pada hewan ternak yang rentan.
Namun, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik atas berita yang beredar. Hal ini karena virus PMK tidak membahayakan bagi manusia asal dapat mengolah daging dan produk ternak dengan baik dan benar.
Malah, kata dia, yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana masyarakat berpotensi menjadi sumber penularan ke hewan rentan lainnya.
“Jadi kita harus tetap waspada jangan sampai diri kita itu menjadi sumber penular, tapi virus itu tidak terlalu bahaya ke manusia,” kata Denny.(mugl)
Berikan Komentar