Musim Hujan, Waspadai Bencana Alam dan Penyakit DBD
Musim Hujan, Waspadai Bencana Alam dan Penyakit DBD
Mediabogor.id, BOGOR- Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat selama beberapa hari ini, harus mewaspadain potensi bencana alam dan penyebaran penyakit. Antara lain, perkembangbiakan virus yang dibawa jentik-jentik nyamuk.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi muntaber, leptospirosis, demam dengue, infeksi saluran pernapasan, eczema hingga demam berdarah dengue.
“Tak jarang jumlah penderita
demam berdarah dengue meningkat saat musim penghujan bahkan bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera diberikan pertolongan,” ungkap Brand Communication Executive POCARI SWEAT Bogor, Irnanda Arif Dharmawan, Senin (02/03/2020).
Ia mengatakan, pertolongan dan penanganan bagi penderita demam berdarah dengue bisa dilakukan dengan
memberikan obat sesuai dengan gejala atau keluhan yang diderita serta asupan cairan yang cukup.
Kematian akibat demam berdarah dengue dikarenakan kebocoran plasma akibat virus dengue dan dehidrasi yang meningkat akibat demam serta muntah. Untuk mencegah dan mengurangi penderita demam berdarah dengue, Pocari Sweat lakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya cairan tubuh bagi penderita demam berdarah agar cairan tubuhnya tetap terjaga.
“Ini merupakan salah satu manfaat utama Pocari Sweat, sebagai minuman isotonik yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh yang mengandung ion dan
terbukti cepat di serap oleh tubuh,” jelas Irnanda.
Selain itu, Irnanda menjelaskan, edukasi dilakukan dibeberapa kota endemis DBD di Indonesia dengan menggandeng lebih dari 150 rumah sakit, di Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, maupun untuk Bogor dan kota besar lainnya.
Untuk di Bogor sendiri, kegiatan dilakukan di beberapa rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bogor, diantaranya RS Salak, RS Azra, RS Mulia, RSUD Cibinong dan RS Karya Bakti Dramaga.
Ia menegaskan, kegiatan ini mendapat respon yang positif, khususnya para pasien demam berdarah dengue. Untuk itu kegiatan ini akan terus dijalankan hingga akhir bulan Maret 2020.
“Edukasi ini diharapkan dapat
mengurangi jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan demam berdarah dengue di Indonesia, khususnya di daerah-daerah tedampak,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar