Menguak Alasan Lapas Narkotika Gunung Sindur Dipakai Napi Terorisme
Mediabogor.co, BOGOR – Terdapat 56 Narapidana Terorisme (Napiter) ditempatkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Tentu hal ini jadi pertanyaan khusus mengapa Lapas Narkotika justru ditempatkan para Napiter.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Sudjonggo menjelaskan keterisian lapas narkotika untuk para teroris lantaran pada saat mencuatnya berbagai aksi terorisme, lapas tersebut masih kosong sehingga dimanfaatkan untuk diisi Napiter.
“Awalnya ini dibangun untuk napi narkotika, tapi sebelum dimulai masih kosong. Kemudian kasus terorisme bermunculan dan sangat sayang atau mubazir kalau lapas ini tidak diisi,” terang Sudjonggo, Kamis (15/4/21).
Disamping itu, ia mengatakan bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur termasuk dalam Lapas High Risk atau atau khusus untuk napi berrisiko tinggi yang dianggap bahaya di wilayah Jawa Barat.
Atas dasar itu, kr depan pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut untuk menyesuaikan peruntukan lapas dengan narapidana atau warga binaan yang ada. “Perlahan kita coba evaluasi, high risk ini akan tetep tapi khusus narkotikanya akan kita coba evaluasi ke depan,” cetusnya.
Diketahui, sebanyak 34 Napiter menyatakan ikrar setia kepada NKRI di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (15/4/21) ini.
Sudjonggo mengatakan dari 56 warga binaan terkait kasus terorisme, 34 diantaranya menyatakan ikrar setia hari ini. Sementara, 22 lainnya masih dalam pembinaan. “Terdapat 22 napi tindak terorisme yang belum mengucap sumpah ikrar NKRI. Sehingga terus dilakukan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka bertekad kembali ke NKRI,” tutupnya. (Mail)
Berikan Komentar