Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Meroket Mencapai 100 Ribu Perkilo

Mediabogor.co, BOGOR – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah tinggal sepekan. Namun, harga beberapa jenis sembako mulai meroket di Pasar Bogor Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 
 
Harga kebutuhan pokok di Kota Bogor yang dijual pedagang mengalami kenaikan di kisaran 20 persen.  
 
Jajang pedangang Pasar Bogor mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok ini disebabkan karena pasokan dari petani berkurang dan menyebabkan daya beli turun secara drastis. 
 
“Warga yang biasanya membeli dengan jumlah banyak, kini dikurangi. Biasanya beli seperapat sekarang jadi seons. Paling jago belinya seperapat. Turun drastis lah,” kata Jajang saat di temui Mediabogor.co Senin (4/7/2022). 
 
Kenaikan harga terjadi pada komunitas cabai seperti cabai rawit merah yang semula Rp40 ribu perkg, kini menjadi Rp100 ribu perkg. Lalu, cabai rawit hijau semula Rp30 ribu, kini Rp80 ribu perkg. 
 
Kemudian, cabai merah semula Rp30 ribu perkg kini Rp80 ribu. Lalu, bawang merah semula Rp30 ribu perkg kini Rp70 ribu perkg. Terakhir, tomat semula Rp7 ribu perkg kini jadi Rp20 ribu perkg. 
 
“Bukan naik lagi ini mah pindah harga,” jelas Jajang. 
 
Untuk itu, ia berharap agar Pemerintah dapat menstabilkan lagi harga kebutuhan pokok, mengingat Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan terlaksana. 
 
“Pengennya harga stabil, tolong pemerintah bagaimana caranya lah. Jangankan masyarakat, saya yang jual aja pusing,” katanya. 
 
Sementara itu, Imas salah seorang pembeli merasa keberatan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok ini. Apalagi, usaha makanan yang digelutinya saat ini tengah mengalami sepi. 
 
“Haduh keberatan nih harga mengalami kenaikan, soalnya kan usahanya lagi agak sepi, sementara bahan pokok malah tinggi,” keluh Imas
 
“Belanja cabe sama tomat, bawang ini aja sampai Rp200 ribu. Keberatan ya, tapi mau gimana lagi,” tambahnya. 
 
Agar usahanya tetap berjalan, ia mengurangi jumlah kebutuhan pokok yang harus dibelinya. 
 
“Dikurang-kurangin, biasa setengah kg jadi seperapat, dibagi-bagi aja yang penting cukup, karena butuh. Kalau pengennya mah murah-murah lagi, biar rakyatnya usahanya lancar, normal lagi lah,” tandasnya. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar