Ikut Investigasi Bodong, Warga Ciampea Harus Kehilangan Dua Rumahnya
Mediabogor.co, BOGOR – Korban investasi bodong (EDCCash) mulai bermunculan, salah satunya ibu Dian pucuk warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirinya dan keluarganya harus kehilangan uang sebesar 5 milyar akibat investasi bodong koin. Bahkan Dian harus kehilangan 2 rumahnya. Rencananya akan melaporkan kasus ini ke Polda Jawa barat,
Dian Pucuk (35) warga Kecamatan Ciampea, Kebupaten Bogor, mengatakan, dirinya berserata anak dan suaminya harus hidup di kontrakan sepetak, lantaran 2 rumahnya harus di jual.
“Saya sudah tidak memiliki apa-apa, 2 rumah saya di jual, bahkan bukan saya saja yang mengalami hal ini, saya hanya salah satu korban dari nasabah investasi bodong EDCCash, bahkan jumlahnya itu ratusan dan di berbagai daerah di kota maupun di kabupaten,” ujarnya kapada awak media, Kamis (15/04/2021).
Sebelumya Dian tertarik dengan EDCCash lantaran investasi koin yang di tawari oleh imam besar masjid raya Bogor, bernama haji Mulyana, dirinya setelah bergabung merekrut rekan dan keluarga mencapai 40 orang.
“Dari 40 orang yang diajak berinvestasi kisaran nominalnya berbeda-beda, ada yang 5 juta rupiah, bahkan sampai ratusan juta, setelah bergabung saya setorkan uang dari kerabatnya kapada Owner EDCCash yang bernama AY,”tuturnya.
Dirinya menambahkan, setelah satu tahun dia berinvestasi bersama rekannya, hasil tersebut tidak bisa di cairkan, hingga dirinya meminta pertanggungjawaban kepada Owner EDCCash, dan dirinya mendatangi kediaman owner di Bekasi Jawa barat.
“Saya sudah tidak memiliki apa apa, rumah saya habis di jual, Bahakan perabotan rumah tetangganya turut jadi jaminan untuk nasabahnya,” imbuhnya.
Lanjut dia, dirinya akan berencana besok akan mendatangi mabes polri untuk mengenai kasus investasi bodong EDCCash.
“Saya besok akan datang ke Polda Jabar untuk melaporkan hal ini, kita mendapatkan laporan dari pihak EDCCash sistem sedang di perbaiki sudah hampir 7 bulan tidak ada titik temu,” kata Dian.
Terpisah, Humas Polres Kabupaten Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan, dirinya belum mendapatkan informasi terkait kasus investasi bodong tersebut,”saya belum dapat informasi,”pungkasnya. ( Agil).
Berikan Komentar