Harga Minyak Naik, Dirut Perumda Pastikan Ketersediaan Stok Minyak Aman
Mediabogor.co, BOGOR – Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir membenarkan harga minyak goreng curah dan kemasan saat ini tengah melejit di pasaran.
“Iya harga minyak goreng beberapa minggu ini terjadi kenaikan karena harga CPO (minyak sawit mentah) dunia terus naik,” kata Muzakkir, Jumat (5/11/2021).
“Tingginya permintaan bahan baku CPO untuk industri biodiesel untuk program B 30 dan turunnya jumlah panen sawit di dalam negeri, ini penyebabnya,” lanjutnya.
Ia berharap pemerintah menghentikan atau mengurangi ekspor minyak sawit mentah (CPO) untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri
“Semoga pemerintah segera intervensi,” harapnya.
Oleh sebab itu, Dirut perumda mengatakan, ketersediaan stok minyak goreng di pasar tradisional yang ada di Kota Hujan terbilang masih aman.
“Stok minyak goreng Kota Bogor masih aman,” tandas Muzakkir.
Sebelumnya, sejumlah pedagang sembako di Kota Bogor mengeluhkan sepinya pembeli imbas kenaikan harga minyak goreng saat ini. Kenaikan mencapai Rp3.000 perkilo dan perliternya.
Seperti diungkapkan pedagang sembako di Pasar Jambu Dua, Deden. Menurutnya, saat ini konsumenya terkaget-kaget ketika hendak membeli minyak goreng kepadanya.
“Ya kenaikannya cukup besar ya, untuk sekarang ini harga minyak curah harganya 15 ribu sekarang 18ribu perkilonya. Sedangkan harga minyak kemasan dari 17 ribu menjadi 20 ribu per liternya,” kata Deden pedagang sembako kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).
Kenaikan harga tersebut, kata Deden, terjadi hampir di semua merek minyak goreng dalam kemasan maupun minyak curah.
Menurut Deden konsumen yang hendak beli minyak goreng di buatnya kaget, karena harganya tinggi. Apalagi saat ini minyaknya terbilang susah.
“Mungkin karena kenaikan harga sawit jadi susah barangnya gitu. Jadi di Indonesia harganya pada naik jadi minyaknya susah,” ucap Deden
“Minyak curah dan minyak kemasan dua – duanya naik yang curah malah lebih mahal lagi,” lanjutnya.
Ia juga mengeluhkan daya jual pun mengalami penurunan, karena harganya naik yang berpengaruh terhadap pendapatan.
“Iya maunya normal lagi aja seperi semula,” harapnya. (Andi)
Berikan Komentar