FMP 2026 Tak Sekadar Seremonial, Dorong Ekonomi dan Regenerasi Anak Muda Jadi Kekuatan Baru

Mediabogor.co, BOGOR – Rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11, festival yang menjadi agenda tahunan di Kota Bogor tersebut dinilai tidak hanya berhasil menjaga semangat nasionalisme, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda.

‎Ketua KADIN Kota Bogor Arwinsyah Putra mengatakan, berbagai kegiatan dalam rangkaian FMP 2026 turut menggerakkan perekonomian daerah. Mulai dari atraksi wisata, Kirab Merah Putih, kegiatan kebudayaan, hingga keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian dari geliat ekonomi selama bulan kemerdekaan.

‎Menurutnya, keberhasilan FMP mempertahankan semangat kebersamaan selama 11 tahun merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi kekuatan utama festival tersebut.

‎“Guyub dan gotong royong dari semua elemen, dunia usaha, masyarakat, KADIN juga hadir untuk mengapresiasi. Ini sudah 11 tahun terjaga dan bukan sekadar seremonial,” ujar Arwinsyah.

‎Ia menegaskan KADIN Kota Bogor akan terus mendukung keberlanjutan FMP. Selain menjadi ruang memperkuat rasa cinta tanah air, festival tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi sektor usaha, khususnya pelaku UMKM.

‎Arwinsyah berharap produk-produk lokal Kota Bogor dapat semakin dikenal melalui berbagai kegiatan FMP, baik di tingkat nasional maupun internasional.

‎“Mudah-mudahan FMP ini setiap tahun terus berjalan. Sektor ekonominya juga terasa dan meningkat untuk para UMKM, sehingga produk-produk di Kota Bogor terangkat di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

‎Sementara itu, perwakilan panitia FMP 2026, Harlan Bengardi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan hingga acara penutupan.

‎Ia mengatakan partisipasi komunitas dalam FMP tahun ini menunjukkan antusiasme yang semakin besar. Peningkatan jumlah pengunjung juga menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan FMP ke-11.

‎Harlan mencontohkan Festival Kopi Legendaris yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, kegiatan tersebut tercatat dihadiri sekitar 15 ribu pengunjung, sedangkan tahun ini meningkat menjadi sekitar 20 ribu orang.

‎Dalam pelaksanaan selama tiga hari, transaksi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp350 juta.

‎Peningkatan juga terlihat dalam pelaksanaan Kirab Merah Putih. Jika tahun sebelumnya jumlah pengunjung diperkirakan sekitar 2.000 orang, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3.400 pengunjung.

‎“Jadi kita melihat banyak improvement di tahun ke-11 ini,” kata Harlan.

‎Namun, menurutnya, capaian yang paling penting bukan hanya peningkatan jumlah pengunjung maupun perputaran ekonomi. FMP 2026 juga berhasil membuka ruang regenerasi dengan melibatkan sekitar 100 relawan muda dari kalangan Gen-Z.

‎Dari jumlah tersebut, hampir 60 persen pengelolaan kegiatan disebut telah melibatkan generasi muda.

‎Keterlibatan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memastikan keberlangsungan FMP pada tahun-tahun berikutnya. Generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai peserta, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan kegiatan.

‎“Yang paling penting adalah regenerasi. Kita punya 100 relawan anak muda, Gen-Z, dan hampir 60 persen dikelola oleh mereka. Itu menjadi kebanggaan,” ujarnya.

‎Harlan berharap keterlibatan generasi muda dapat terus diperluas sehingga FMP mampu bertahan dan berkembang secara berkesinambungan di Kota Bogor.

‎Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki pandangan positif terhadap Indonesia dan tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau narasi negatif yang beredar.

‎Menurutnya, semangat nasionalisme perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus agar mereka memahami bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang.

‎“Kita tidak bisa memilih dilahirkan di negara ini. Masa kita menjelekkan negara sendiri,” katanya.

‎Ia berharap semakin banyak anak muda Kota Bogor yang terlibat dalam berbagai kegiatan positif dan nantinya mampu meneruskan pembangunan Indonesia menuju negara yang semakin maju dan berkembang.

‎” Kamin berharap semangat gotong royong, nasionalisme, pemberdayaan UMKM, serta regenerasi generasi muda yang telah dibangun selama 11 tahun dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan bagi penyelenggaraan FMP pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar