DPD Golkar Kota Bogor Tingkatkan Pendidikan Politik Kadernya
Mediabogor.id, BOGOR – Meskipun, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang. Namun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Bogor, Jawa Barat sudah melakukan pembinaan-pembinaan para kadernya, yang bertempat balai riung Hotel Sahira, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, denga tema Peran Serta Kader Golkar dalam Menjaga Stabilitas Politik.
“Pendidikan politik ini dikuti 150 peserta, dari jajaran Pengurus Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Bogor serta Hasta Karya,” ungkap ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J. Tagor, Sabtu (23/11/2019).
Ia mengatakan, kegiatan ini sudah menjadi bagian program pembinaan kepada struktural yang digulirkan setiap tahun.
“Program-program pembinaan kepada struktural dari tahun ke tahun kita buat seperti kegiatan ini, bisa dalam bentuk sarasehan, workshop dan bisa namanya pendidikan politik. Hal ini untuk penyegaran apalagi kemarin habis pemilu terpanjang di dunia dan sangat melelahkan. Ini harus di-refresh,” katanya.
Tak hanya itu menurut Tagor, bahwa kader-kader Golkar harus up to date terkait dengan situasi dan kondisi yang ada di Kota Bogor. Oleh karena itu, kegiatan ini diadakan selain untuk me-refresh juga me-update situasi dan kondisi di Kota Bogor.
“Sekaligus ini juga untuk menjaga kekerabatan dan kekeluargaan Partai Golkar di Kota Bogor,” kata dia.
“Partai politik itu setiap hari tak lepas dari pemilu sehingga tidak hanya pada saat masa kampanye saja. Seperti sekarang ini, kata dia, pihaknya telah mempersiapkan langkah strategi untuk pemilu 2024,” jelas Tagor.
Masih kata Tagor, dirinya sudah sampaikan bahwa tahun 2024 pemilihan umum nasional akan dilaksanakan. Artinya Golkar dari sekarang sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi pemilu itu.
Dalam kesempatan ini, Tagor juga meminta kepada kader-kader Golkar untuk terus mengawal aspirasi masyarakat karena memang tugas pokok sebagai partai adalah bisa mensejahterakan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Dalam pendidikan politik ini kita menghadirkan narasumber dari DPP, kepolisian dan TNI. Dari kepolisian berkaitan dengan materi stabilitas dalam negeri, sedangkan TNI terkait bela negara,” bebernya.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Budhy Setiawan menyampaikan, bahwa pendidikan politik sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan Partai Golkar mulai dari tingkat pusat, provinsi sampai dengan kabupaten dan kota. Tujuannya adalah me-refresh pemikiran dan juga mendorong kader-kader Golkar untuk aktif melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.
“Karena sebenarnya tugas partai politik itu, di antaranya melakukan pendidikan politik kepada masyarakat dan itu harus dilakukan oleh kader-kader Partai Golkar pasca pendidikan ini untuk kemudian membaur ke masyarakat melakukan penyadaran politik kepada masyarakat,” jelasnya.
Dijelaskannya, alasan kegiatan ini dilakukan jauh-jauh hari ke pemilu kerena memang sudah menjadi agenda partai Golkar dengan tujuan istilahnya boleh dibilang untuk menyegarkan kembali masyarakat dari sisa-sisa kompetisi politik kemarin.
“Tujuan lain, pendidikan politik ini juga sebagai tempat untuk kaderisasi pelatihan kader-kader Golkar, tentunya keaktifan pengurus, fungsionaris akan dinilai untuk nanti menjadi bekal penyusunan promosi kader masuk ke dalam daftar calon. Jadi mulai dari sekarang itu sudah dilakukan penilaian terhadap kader-kader untuk nanti masuk ke jenjang promosi, dan itu harus jauh-jauh hari dilakukan,” paparnya.
Lebih lanjut kata Budhy, Golkar kedepan juga akan mebentuk sekolah politik yang bersifat formal ditujukan untuk kader, meski sekolah politik itu sudah dilakukan Golkar dalam beberapa kegiatan, seperti diklat dan bimtek. Sedangkan yang bersifat informal dalam bentuk pertemuan politik untuk menjaring pemilih pemuda atau milenial.
“Jadi ke depan memang pendidikan politik menjadi ujung tombak untuk menjaring pemilih pemula karena melalui kegiatan informal pendidikan politik itu kita bisa menjaring minat pemuda atau milenial yang tinggi terhadap politik,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar