Dirjen Perhubungan Darat Tertibkan Odol
Mediabogor.co, BOGOR – Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub telah memotong seribu sasis truk yang melebihi muatan diseluruh Indonesia. Hal ini dilakukan, karena menjadi biang kerusakan di beberapa ruas jalan yang mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga empat puluh tiga triliun untuk biaya perawatan jalan.
Hal itu diungkapkan, Budi Setiyadi Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, ia mengatakan, pihaknya melaksanakan normalisasi kendaraan bermotor di jembatan timbangan Kecamatan Kemang, Kebabupaten Bogor. Salah satunya, melalui program zero over di mesin dan over load atau Odol sejumlah kendaraan truk maupun mobil box terlihat melebihi muatan atau kapisitas.
“Jadi akan di potong bagian sasis belakang karena tidak sesuai dengan standar dimensinya truk dilakukan pihak perusahaan agara kendaraan tersebut memiliki daya tampung yang besar,” paparnya.
Kata Budi Setiyadi menurutnya, hingga kini sudah ada seribu kendaraan yang sudah dilakukan pemotongan sesuai standar dimesin dan muatan,”Kami menargetkan pada tahun 2023 mendatang bebas dari Odol,” bebernya.
Menanggapi hal itu Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin mengapresiasi kegiatan itu karena mengingat di Kabupaten Bogor banyak sekali kendaraan besar yang over kapasitas. Sehingga tak jarang menyebabkan kecelakaan bahkan jalan jalan cepat rusak.
“Saya pun meminta kepada kementerian perhubungan untuk menambah jembatan timbang kendaraan truk besar tidak hanya di Kemang, namun di Cariu, dan Parung Panjang karena didaerah tersebut banyak sekali truk tronton besar,”kata Sekda.
Sementara itu menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Provinsi Jawa Barat Widya Wibawa tidak masalah dengan 2023 bebas odol, namun untuk saat ini pemerintah juga harus memikirkan dampak dari penertiban kendaraan odol.
“Tentu dampak ekonomi yang dirasakan oleh pengusaha saat pandemi seperti ini juga harus dipikirkan oleh pemerintah,”keluhnya.
Bukan hanya itu saja, pemerintah juga diharapkan tidak tebang pilih dalam rangka menertibkan kendaraan odol.
“Jangan tebang pilih kan selama ini juga banyak kendaraan milik BUMN yang melebihi over load nah kami dari asosiasi pengusaha truk Indonesia minta keadilan kendaraan milik BUMN juga dilakukan hal yang sama,”pungkasnya. ( Agil).
Berikan Komentar