Dinkes Kabupaten Bogor Ingatkan Warga, ISPA hingga DBD Mengintai Saat Kemarau

Mediabogor.co, BOGOR – Warga Kabupaten Bogor diminta tidak lengah menjaga kesehatan di tengah musim kemarau. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang lebih kering bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama periode kemarau.

“Musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca panas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Mari bersama menjaga kesehatan dengan menerapkan PHBS, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menjaga kebersihan lingkungan,” kata Fusia, Sabtu (29/9/2026).

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan,” sambungnya.

Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Debu yang lebih mudah beterbangan saat udara kering dapat mengganggu saluran pernapasan.

Masalah pencernaan juga patut diantisipasi. Berkurangnya kualitas air dan sanitasi dapat meningkatkan risiko diare, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.

DBD pun belum bisa dianggap aman. Selama masih ada genangan atau wadah yang menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, risiko penularan tetap ada.

Tak hanya itu, panas berlebih juga bisa menyebabkan dehidrasi dan kelelahan akibat paparan suhu tinggi. Penyakit kulit juga menjadi salah satu keluhan yang perlu diperhatikan.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kabupaten Bogor sudah meminta puskesmas memperkuat langkah antisipasi. Pemantauan penyakit, kesiapan tenaga kesehatan dan ketersediaan logistik menjadi bagian dari upaya tersebut.

Kewaspadaan ini dilakukan seiring dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Bogor 2026 yang berlaku 1 Juli hingga 30 September 2026.

Dinkes Kabupaten Bogor juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/24741-P2P pada 24 Juli 2026. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kekeringan.

Di tingkat masyarakat, pencegahan bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Warga dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan serta mengonsumsi makanan bergizi.

Saat berada di lokasi yang banyak debu, penggunaan masker juga disarankan. Aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari sebaiknya dibatasi agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Upaya mencegah DBD juga tetap perlu dilakukan dengan rutin menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Jika muncul demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, diare, muntah maupun tanda-tanda dehidrasi, warga diminta segera mencari pertolongan medis di puskesmas, klinik atau rumah sakit terdekat.

Berita Terkait

Berikan Komentar