Daerah Perbatasan dan Wilayah Penyangga Masih Rawan Penyebaran Covid-19

Mediabogor.co, BOGOR – Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, menggelar rapat evaluasi penanganan covid-19, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Bumi Tegar Beriman.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin mengatakan, sejak diberlakukannya PPKM di Kabupaten Bogor pada Januari silam, angka penambahan kasus positif covid-19, sedikit mengalami penurunan. Meski terkadang, angka tersebut mengalami peningkatan.

“Angkanya berubah-ubah, kadang turun kadang juga naik. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, kasus covid-19 di Kabupaten Bogor mengalami trend penurunan,” katanya, Senin (1/3).

Meski mengalami penurunan, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor masih dinilai berpotensi mengalami lonjakan peningkatan kasus covid-19. Khususnya, sejumlah wilayah yang berbatasan langsung dengan kota tetangga.

“Tetap potensi masih ada. Khususnya daerah perkotaan dan penyangga, hingga daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kota dan kabupaten tetangga kita,” ungkapnya.

Sejumlah daerah penyangga dan pusat Kabupaten Bogor seperti, Bojonggede, Cibinong, Gunungputri dan Cileungsi. “Ini kan beberapa wilayah yang menjadi pusat Kabupaten Bogor, di daerah ini tentunya masih rawan,” tuturnya.

Selain daerah pusat perkotaan, sejumlah wilayah di perbatasan Kabupaten Bogor, juga dinilai memiliki tingkat kerawanan penyebaran covid-19 yang cukup tinggi. Mengingat mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan, cukup tinggi ketimbang wilayah lainnya.

“Seperti kawasan Cisarua, Megamendung, Parung, Bojonggede, Cileungsi, Gunungputri, pokonya daerah perbatasan, ini masih cukup rawan. Karena banyak hilir mudik masyarakat dari luar Bogor di kawasan itu,” bebernya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Bupati Bogor ini meminta kepada masyarakat, untuk senantiasa patuh terhadap protokol kesehatan. Ia juga meminta kepada satgas covid-19 wilayah, untuk benar-benar mengawasi wilayah.

“Bagi masyarakat tetap jalankan protokol kesehatannya, di manapun dan kapanpun itu tolong diterapkan. Untuk pemerintah wilayah, tolong digencarkan kembali pengawasan dan penanganan covid-19 di masyarakatnya,” tutupnya. (Wisnu)

Berita Terkait

Berikan Komentar