Banyak Pasien Sembuh, BOR di RSUD Kota Bogor Turun di Angka 50 Persen

Mediabogor.co, BOGOR – Badan Akopunci Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di RSUD Kota Bogor saat ini sudah mulai menurun diangka 50 persen, sebelumnya menyentuh angka 90 persen. Hal itu karena pasien yang dirawat di Rumah Sakit milik Pemkot ini sudah mengalami penurunan pasien, karena banyaknya pasien yang sembuh sehingga di ijinkan pulang.

Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir mengatakan, pada bulan Juli puncaknya pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Bogor ini berjumlah 235 pasien. Namun saat ini kata Ilham sudah turun diangka 128 pasien Covid-19 yang dirawat.

“Alhamdulillah kita kemarin waktu puncaknya dua pekan yang lalu pada bulan Juli mencapai 235 pasien yang dirawat. Hari ini sudah menurun jauh yang tersisa sebanyak 128 pasien yang dirawat karena banyak pasien yang sembuh,” kata Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

“Jadi kita bersyukur mudah-mudahan trendnya turun terus dan mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir,” sambung Ilham

Saat ini Kata Dia Bad Akopunci Rate (BOR) di RSUD sudah turun diangka 50 persen yang sebelumnya diangka 90 persen dari jumlah kapasitas tempat tidur. Selain karena adanya penambahan tempat tidur sebanyak 30 persen sesuai intruksi kemenkes. Namun pihaknya menaikan menjadi 70 persen untuk pasien Covi-19.

“Jadi pegawai di konversi untuk menangani pasien Covid-19. Nah skrng dengan kondisi yang menurun ini kita tetap pertahankan karna belum tau covid ini kapan akan berakhir jadi tetap disiagakan” ucapnya.

Ilham juga menjelaskan untuk Unit Gawat Darurat (IGD) sudah mulai kembali dibuka melayani pasien umum yang sebelumnya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 saja.

“Sudah mulai di buka sekarang kemarin IGD sempat melayani khusus covid dan sekarang IGD sudah melayani untuk umum kembali. Pada pembukaan awal ada 40 pasien umum yang dilayani untuk pasien Covid-19nya 25 waktu itu 50 pasien.

Ia juga menambahkan, ketersediaan pasokan oksigen dirumah sakit kondisinya sudah mulai membaik karena pasokannya lancar.

“Alhamdulillah sekarang oksigen sudah mulai lancar karena jumlah pasien turun kembali jadi pemakaian tidak terlalu banyak,” imbuh dia.

“Sebelumnya pemakaian oksigen mencapai 5 ton skeng hanya 3 ton saja. Suplai nya lancar Karena di rumah sakit lain alami hal sama. Permintaan juga sudah mulai menurun,” tukasnya. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar