373 Inovasi Masuk BIA 2026, Pemkot Bogor Targetkan 10 Karya Jadi Pilot Project
Mwdiabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kembali menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2026. Festival inovasi tersebut berlangsung selama dua hari, 8-9 September 2026, dengan mengusung tema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future.”
Kegiatan ini resmi dibuka Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. BIA 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, pelajar, hingga masyarakat untuk memperkenalkan berbagai gagasan dan karya inovatif yang dapat memberikan solusi bagi persoalan di Kota Bogor.
Kepala Bapperida Kota Bogor Anne Dewiana Rilianti mengatakan, pelaksanaan BIA tahun ini tidak hanya ditujukan untuk mencari inovasi terbaik, tetapi juga mendorong agar berbagai gagasan tersebut dapat diterapkan secara nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujar Anne.
Dalam festival tersebut, masyarakat dapat melihat lebih dari 63 inovasi yang dipamerkan. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, perangkat daerah, hingga masyarakat umum.
Beragam inovasi yang ditampilkan mencakup sejumlah sektor, seperti teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga bidang sosial.
Bapperida menargetkan sedikitnya 10 inovasi yang ditampilkan dapat dikembangkan menjadi proyek percontohan atau pilot project di perangkat daerah. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Menariknya, BIA 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi inovasi di bidang teknologi maupun pelayanan publik. Festival ini turut memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas melalui kompetisi bakat.
Terdapat lima kategori yang dilombakan, yakni fotografi dengan tema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, serta cosplay.
Sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas di Kota Bogor mengikuti kompetisi tersebut. Mereka akan bersaing pada babak final yang digelar pada puncak festival.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk Spark Your Talent,” kata Anne.
Secara keseluruhan, BIA 2026 berhasil menjaring 184 inovasi dari berbagai kategori peserta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari proses seleksi untuk memastikan karya yang masuk tidak hanya memiliki unsur kebaruan, tetapi juga mempunyai manfaat, layak diterapkan, serta berpotensi direplikasi.
Bahkan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai 373 inovasi. Angka tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat 230 inovasi.
Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, di antaranya seleksi substansi, validasi lapangan, presentasi, serta wawancara. Tahapan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana inovasi yang diajukan mampu memberikan nilai tambah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui BIA 2026, Pemkot Bogor berharap budaya inovasi semakin tumbuh di berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya ASN dan perangkat daerah, tetapi juga pelajar, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat umum.
Selain meningkatkan jumlah dan kualitas inovasi, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi multipihak serta mendorong proses hilirisasi. Dengan demikian, inovasi yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai prototipe atau sekadar menjadi karya pemenang lomba.
Dalam jangka menengah, inovasi terpilih diharapkan dapat diterapkan maupun direplikasi ke dalam program pembangunan dan pelayanan publik. Implementasi tersebut diharapkan memberikan dampak berupa peningkatan kualitas layanan, efisiensi, penciptaan nilai ekonomi, hingga penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan.
Sementara dalam jangka panjang, BIA ditargetkan mampu memperkuat daya saing Kota Bogor melalui ekosistem inovasi yang menghasilkan masyarakat kreatif, adaptif, produktif, serta mampu menciptakan solusi berbasis pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi.
Festival ini juga terbuka untuk masyarakat umum. Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati pameran inovasi secara gratis, mengikuti workshop, menyaksikan talkshow bersama praktisi, serta menikmati berbagai penampilan hiburan.
Jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 orang selama penyelenggaraan.
Dedie A. Rachim mengajak masyarakat untuk datang dan memberikan dukungan terhadap berbagai karya inovatif yang ditampilkan dalam festival tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Bogor untuk datang. Mari lihat, belajar, dan dukung karya anak bangsa sendiri. Dari festival ini kita bangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan untuk Empowering The Future,” ujar Dedie.
Bogor Innovation Award merupakan ajang tahunan Pemkot Bogor yang ditujukan untuk menjaring, mengapresiasi, serta mengakselerasi berbagai inovasi daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang menghasilkan karya inovatif.
BIA 2026 diselenggarakan Bapperida Kota Bogor dengan menggandeng sejumlah mitra, di antaranya BRM, Bank BJB, STP IPB, Perumda Tirta Pakuan, Bank Kota Bogor dan berbagai pihak lainnya.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 10 judul berita yang lebih menarik/clickable untuk berita BIA 2026 ini.
Berikan Komentar