Dituding Ikut Pertemuan di Sentul, Ipeck: “Jangan Mau Diadu Domba”
Mediabogor.co, BOGOR – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana yang kerap disapa Ipeck, angkat bicara soal pesan berantai yang mengaitkan namanya dengan dugaan pertemuan di kawasan Sentul.
Pesan tersebut beredar di sejumlah WhatsApp Group (WAG). Isinya menyebut adanya rapat pada Kamis dan Sabtu bersama Wakil Bupati Bogor serta sejumlah nama lainnya.
“Kejadian kamis dan hari sabtu mereka rapat di sentul bareng wabup, Indra Fermanto, Ipeck, Asnan, Suryanto, Farid, Sigit, Nana disnaker, gantara,” tulis pesan yang beredar.
Menanggapi itu, Ipeck memastikan dirinya tidak hadir dalam pertemuan seperti yang disebut dalam pesan tersebut. Ia pun menilai informasi yang beredar telah mencatut namanya tanpa dasar yang jelas.
“Saya menegaskan bahwa tidak pernah ada rapat atau pertemuan sebagaimana yang dituduhkan dalam pesan tersebut, baik pada hari Kamis maupun Sabtu di wilayah Sentul bersama nama-nama yang disebutkan,” tegas Ipeck, Kamis 10 September 2026.
Ia menjelaskan, pada waktu yang disebut dalam pesan, dirinya justru berada di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta untuk keperluan medis dan pribadi.
Menurut Ipeck, keberadaannya di rumah sakit tersebut dapat dibuktikan melalui sejumlah dokumen, termasuk rekam medis, absensi hingga dokumentasi.
Ipeck meminta masyarakat tidak buru-buru mempercayai pesan yang beredar sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya. Ia khawatir informasi yang tidak jelas justru membuat hubungan antarpihak menjadi renggang dan memicu kesalahpahaman.
“Kita jangan mau diadu domba. Kabupaten Bogor ini milik kita bersama. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru membuat kita saling curiga dan memecah persatuan,” tegas Ipeck.
Ia juga mengajak masyarakat maupun media untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum meneruskan informasi yang menyangkut nama seseorang.
Lanjut, dirinya juga menyebut persoalan tersebut juga berpotensi dibawa ke ranah hukum. Ia menilai penyebaran informasi yang menyerang kehormatan dan nama baik seseorang harus memiliki konsekuensi.
“Saya tidak akan mentolerir praktik black campaign maupun pembunuhan karakter yang dapat merusak iklim demokrasi di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Ia menyatakan akan mempertimbangkan laporan kepada Polri terhadap pihak yang diduga membuat maupun menyebarkan pesan tersebut.
“Jangan mau diadu domba. Mari kita jaga Kabupaten Bogor tetap kondusif. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan fakta, dialog dan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Hukum harus ditegakkan agar media sosial tidak dijadikan alat untuk memecah belah dan menyebarkan fitnah,” tutupnya.
Berikan Komentar