
Ketua ICMI Pusat Prof. Arif Satria Tegaskan Pentingnya Teknologi dan Transformasi Pengusaha Muslimah Menuju Indonesia Emas
Mediabogor.co, BANDUNG — Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Pusat, Prof. Dr. Arif Satria, menekankan kekuatan ekonomi global dipengaruhi secara signifikan oleh penguasaan teknologi dan keunggulan riset (Research and Development / R&D).
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa Khadijah ICMI di Trans Studio Bandung, dihadiri 16 perwakilan wilayah di Indonesia pada Rabu (29/7/2026).
“Dinamika industri global memberikan pelajaran berharga bagi kita. di sektor industri otomotif, dominasi Amerika Serikat dan Jepang mulai diimbangi oleh pergerakan agresif Korea Selatan dan berkembangnya Tiongkok. Pergeseran ini terjadi karena kekuatan inovasi dan R&D yang dibangun secara berkelanjutan,” ujar Prof. Arif Satria.
Lebih lanjut dalam sambutannya disampaikan, negara berskala ekonomi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, hingga Tiongkok membuktikan bahwa inovasi berbasis teknologi adalah fondasi utama daya saing bangsa.
Belajar dari situasi global ini Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa Khadijah dituntut untuk mampu bersaing dan lebih proaktif memberikan pengaruh sosial yang kuat di masyarakat.
Tantangan utama saat ini adalah mentransformasikan antusiasme dan aktivitas sosial kelompok ibu-ibu menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai tambah ekonomi melalui kewirausahaan perempuan.
Untuk mendukung hal tersebut, Prof. Arif mendorong penguatan struktur dan inisiatif pendukung seperti CBM (Community-Based Management / wadah penyiapan wirausaha).
Inisiatif ini difungsikan untuk mendampingi, menginisiasi, dan mencetak pengusaha perempuan yang Tangguh khususnya muslimah mulai dari tingkatan UMKM hingga mampu berkembang menjadi calon pengusaha besar berbasis teknologi.
Langkah Strategis Pembinaan Kewirausahaan Muslimah ALisa Khadijah
Ina Marlina SE. MM Ketua Alisa Khadijah ICMI menekankan bahwa kegiatan Rapat Kerja Nasional di Bandung ini merupakan bentuk ikhtiar Muslimah pengusaha untuk melakukan penguatan di berbagai sektor.
“ Kolaborasi jaringan muslimah pengusaha ini dapat dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi lokal, Inkubasi & Program Transformasi perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis terstruktur untuk mengarahkan kegiatan sosial menjadi unit usaha produktif,” jelas Ina lebih lanjut.
Sebagai penutup, agenda penguatan ekosistem inkubasi bisnis bagi pengusaha muslimah Alisa Khadijah ICMI diharapkan dapat memberikan akses teknologi terapan dan inovasi guna meningkatkan skala dan kualitas produk UMKM.
Melalui Rakernas ini, Alisa Khadijah ICMI diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah kerja nyata yang menghubungkan potensi jaringan muslimah di seluruh Indonesia dengan ekosistem bisnis modern berbasis teknologi dan inovasi.
Berikan Komentar