WR. Pelitawan Camat Leuwiliang Cari Solusi Petani Pasca Banjir di Puraseda dan Purasari
Mediabogor.co, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Desa Puraseda dan Purasari, kecamatan Leuwiliang, kebupaten Bogor beberapa hari terakhir berdampak buruk pada sektor pertanian. Banyak lahan pertanian siap panen dan baru menanam bibit padi terendam banjir. Pemerintahan kecamatan dan Desa mencari solusi agar, asuransi pertanian yang bisa menjadi solusi ketika petani terdampak pasca bencana banjir bandang, masih minim diikuti.
“Kita sudah kordinasi sama pemerintah kecamatan Leuwiliang, dua Desa Purasari – Puraseda dan UPT pertanian balai penyuluhan pertanian wilayah III untuk mencari solusi pasca bencana banjir bandang kemarin, yang selain Ansuransi Usaha Tani Padi ( AUTP) juga kita harus memperhatikan badan sungai Cipuraseda,”ungkap WR. Pelitawan Camat Leuwiliang kepada Mediabogor.co ( 27/11/2023).
Kata dia, sungai Cipuraseda melintas Kawasan pertanian Desa Purasari dan Desa Puraseda, bilamana hujan lebat air meluap sehingga merandam pesawahan warga, jadi badan sungai harus di perhatikan, jadi lahan pesawahan Purasari- puraseda yang terendam banjir, harus ada campur tangan pihak dinas terkait.
Tauwafa Ridwanihaja sebagai kordinator balai penyuluhan pertanian wilayah III menjelaskan, selaku penyuluh balai pertanian wilayah III yang meliputi jangkuan empat kecamatan yaitu Leuwiliang, Leuwi Sadeng, Rumpin dan nanggung, persyaratan AUTP itu tergabung dalam kelompok Tani, KTP, KK yang sudah terdaftar di simultan karena saat pengajuan harus ada photo copy KTP
“Alhamdulillah dari kondisi pasca bencana banjir bandang di Purasari – Puraseda kita upayakan untuk masyarakat Tani kabupaten Bogor itu di fasilitas yang namanya Ansurasi Usaha Tani Padi (AUTP) Premi di subsidi oleh pemerintah kabupaten Bogor,”jelasnya.
Menurut Tauwafa Ridwanihaja, semua petani yang menanam Padi di daftarkan untuk di masukan program AUTP oleh temen-teman penyuluh, dan apa bila petani terkena bencana ada tiga poin katagori yaitu kekeringan, Hama penyakit dan banjir insa allah klw sudah terdaftar AUTP.
“Tapi kita lihat dulu umur tanamannya dan luas lahan yang di garap oleh petani bisa di ajukan ansuransi nya ke Jasindo jadi segala keputusan ada di Jasindo jadi kita sebagai penyuluh hanya memfasilitasi penginputannya, termasuk dalam pengngajuan Ansuransi itu ada rekom dari Petugas Organisme Penggangu Tanaman (POPT),”kata dia
“Kita sudah kordinasi sama pemerintah kecamatan Leuwiliang dan dua Desa Purasari – Puraseda untuk mencari solusi pasca bencana banjir bandang kemarin, mudah – mudahan bisa keluar ansuransi nya, dan untuk kabupaten bogor ini luasan ada 25 ribu hektare untuk AUTP,”tuturnya. ( Agil).
Berikan Komentar