Pemkot Bogor Akan Bangun Tempat Charging Untuk Kendaraan Bertenaga Listrik 

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana akan membangun dua tempat ngecas kendaraan listrik atau charging station di Balaikota Bogor dan Alun-alun. 
 
Dengan adanya tempat charging ini menjadi kabar baik bagi para pemilik kendaraan listrik. 
 
“Di balai kota satu sama alun-alun satu. Pembangunan tempatnya itu dibangun oleh PLN,” kata Bima Arya belum lama ini. 
 
Apakah ngecas kendaraan listrik akan dikenakan tarif, Bima Arya mengaku belum mengetahuinya secara pasti. Untuk itu, ia akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan PLN. “Sepertinya enggak bayar, tapi nanti kita pastikan dulu ke PLN,” katanya. 
 
Rencana pembangunan dua tempat ngecas kendaraan listrik ini dilakukan untuk mendukung langkah Pemkot Bogor dalam mewujudkan kendaraan bertenaga listrik di Kota Bogor.
 
Di mana, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membeli dua unit mobil dan lima unit sepeda motor bertegana listrik pada tahun ini.
 
“Iya jadi pedoman kita pada Inpres, karena ini juga membangun infrastruktur sekaligus ada charging station yang dibangun oleh PLN,” ucap Bima.
 
“Jadi artinya nanti ada pengaturan di lingkungan Pemkot, mobil-mobil yang sudah kadarluarsa gitu ya nah ini bisa di geser-geser, kemudian nanti akan kita pastikan peruntukan mobil listrik ini untuk apa. Tapi ini harus kita mulai karena ada Inpres dan sistemnya harus dibangun dari sekarang,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kucurkan dana senilai Rp 1,8 miliar untuk pembelian kendaraan operasional Walikota dan Wakil Walikota Bogor bertenaga listrik yakni mobil dan motor. 
 
Anggaran Rp1,8 miliar itu sudah masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-P) Perubahan tahun 2022 Kota Bogor yang sudah disahkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bogor pada Rabu (28/9) malam. 
 
Dana senilai Rp1,8 miliar tersebut, akan digunakan untuk pembelian dua unit mobil dan lima sepeda motor bertenaga listrik. Hal itu dibenarkan Sekda Kota Bogor, Syarifah Sopiah. 
 
“Jadi ya ini lebih kepada semangat dari Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan kepada Pemerintah Daerah, karena kita ingin mengurangi penggunaan atau ketergantungan kepada BBM dan itu dilakukan di semua daerah,” ujar Sekda Kota Bogor, Syarifah Sopiah kepada wartawan, Kamis (29/9/2022). 
 
“Dan yang sekarang ini mungkin kita akan coba dulu untuk mobil kepala daerah (walikota dan wakil walikota), 2 unit. Dengan 5 motor untuk operasional ya,” lanjutnya. 
 
Menurutnya, untuk pengadaan mobil dan motor sendiri akan dilakukan pada tahun ini. Namun, itu tergantung dari ketersediaan kendaraan-kendaraan tersebut. 
 
“Di perubahan anggaran ini ya, tapi itu juga kita akan berkomunikasi, karena kan sekarang juga mobil listrik itu kan tergantung dari penyedianya, yang dijadikan atau tidaknya, ya mudah-mudahan sih bisa tersedia,” katanya. 
 
Sementara itu, Sekretaris BKAD Kota Bogor, Evandy Dahni, mengatakan, bahwa pengadaan kendaraan listrik ini sudah sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022. Ini menjadi acuan tentang jenis atau merk kendaraan tersebut. 
 
“Sesuai Inpres 7 tahun 2022. (Untuk jenis atau merk kendaraan) Pada Diktum Keempat Inpres diatur bahwa pengadaan kendaraan mengacu pada ketentuan peraturan perundang undangan mengenai pengadaan barang dan jasa,” kata dia. 
 
Pihaknya merinci dari Rp1,8 miliar ini diantaranya, Rp1,7 miliar untuk dua unit mobil dan lima unit sepeda motor senilai Rp137,5 juta. “Jumlah anggaran lebih kurang Rp1,88 miliar,” pungkasnya. (ANDI)

Berita Terkait

Berikan Komentar