Hari Pertama Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Transyogi Cibubur Bikin Macet Parah 

Mediabogor.co, BOGOR – Uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di ruas Jalan Transyogi Cibubur, Kabupaten Bogor, mulai diberlakukan hari ini, Senin (19/9). 
 
Kemacetan pun terjadi di sejumlah kawasan akibat penutupan u-turn atau putaran balik di depan Al-Azhar Syifa Budi Cibubur.
 
Menurut informasi yang dimuat akun Instagram @urbancileungsi, kendaraan mulai terlihat macet sejak pukul 05.30 WIB di Jalan Alternatif Cibubur menuju Cileungsi.
 
Kemacetan yang kian parah ini membuat seorang pengendara mobil yang hendak mengantar anaknya bersekolah, terpaksa mencari jalur alternatif hingga memakan waktu 1.5 jam untuk sampai ke sekolah. Padahal biasanya perjalanan via jalur normal bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. 
 
“Tadinya stuck ngelewatin jalur transyogi arah Jakarta. Sekarang balik cari jalur alternatif lagi. Karna jalur biasa di seberang udah nggak bisa diharepin lagi,” katanya. 
 
Seperti diketahui, rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai bentuk upaya penanganan kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Jakarta Timur, khususnya di segmen u-turn dekat Kota Wisata Cibubur. 
 
Adapun instansi yang terlibat dalam rekayasa itu meliputi Polres Kabupaten Bogor, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR wilayah DKI Jakarta–Jawa Barat.
 
“Kegitan uji coba direncanakan dilakukan pada Senin (19/9/2022) sampai dengan Jumat (23/9/2022),” terang Direktur Lalu Lintas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Sigit Irfansyah, dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (17/9).
 
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa BPTJ telah melakukan analisa terhadap tiga skenario untuk mengoptimalkan MRLL tersebut. 
 
Lalu, hasil yang didapat dari simulasi tiga skenario itu, uji coba akan dilakukan dengan menutup u-turn 2 (Al-Azhar) dengan memaksimalkan penggunaan u-turn 1 (Cikeas) dan u-turn 3 (SPBU).
 
“Penutupan u-turn ini sifatnya sementara dan akan dianalisis serta evaluasi bersama-sama untuk kemudian diambil kesimpulan sejauh mana penutupan u-turn Al-Azhar efektif diterapkan sebagai metode MRLL di kawasan ini,” jelas Sigit.
 
Menurutnya, uji coba rekayasa lalu lintas tersebut merupakan konsep yang diperoleh atas dasar rekomendasi masyarakat, yang mana sebelumnya telah diadakan pertemuan dengan masyarakat sebanyak tiga kali. (Afi)

Berita Terkait

Berikan Komentar