Kepala Toko Diduga Gelapkan Barang Dagangan
Mediabogor.co, BOGOR – Seorang Kepala Toko yang bekerja di PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk-Alfamart) Cabang Cileungsi diduga menggelapkan barang dagang oleh Koordinatornya.
Karyawan tersebut berinisial As(34) warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. sudah bekerja 7 tahun di PT tersebut menceritakan, pada bulan desember 2021 ada peralihan perusahaan untuk deprtemen SSP dari PT Sumber Alfaria Trijaya ke PT Sumber Trijaya Lestari, di masa transisi itu dilakukanlah So Grand oleh pihak IC (Inventory Control) dari PT SAT tersebut.
“Ada peralihan dari PT Sumber Alfaria Trijaya Cabang Cileungsi ke Sumber Trijaya lestari. Otomatis sebelum peralihan itu melakukan So Grand di minggu ke dua bulan november 2021, memang tidak semua cabang karena memang sifatnya bertahap, kebetulan di Stockpoint dimana tempat saya bekerja tepatnya di Cileungsi itu peralihannya di awal Desember 2021,” ungkap Ade di rumahnya, kemarin.
Pada saat itu kata dia, memang sudah ada selisih, adapun selisih seperti barang expired dan barang-barang yang kemakan tikus/rusak. Itu langsung di transaksi dan di bayar secara rupiah yang nominal nya juga tidak besar.
“Di tanggal 11 Desember 2021 itu saya mengajukan cuti, nah di hari itu juga siang nya saya dapat telepon dari kordinator saya menanyakan barang yang hilang nominalnya itu sebesar 10 juta,” ujarnya.
Sehingga dirinya, merasa kaget mendengar ungkapan si kordinator nya tersebut. Sebab dua hari setelah cuti dirinyanya masuk kerja, nominal kerugian yang harus di ganti oleh AS bertambah menjadi 42 juta.
“Pas saya masuk pagi-pagi sudah di sodorin oleh kordinator saya. Nominal rupiah besarnya 42 juta yang harus di ganti, dari situ saya langsung tanya ini barang nya apa saja gitu, saya kan gak tau barang nya ini kemana,” jelasnya.
Dirinya yang bertanya waktu itu ingin mengecek ulang, tapi jawaban dari koordinator nya itu bersikukuh agar mengganti uang tersebut.
“lah ini udah jelas ko katanya. rupiahnya segini ilang, mau bukti apa lagi, pokoknya kamu saya kasih waktu 1×24 jam buat nyari uang buat ngeberesin ini semua gitu. Jadi disitu saya tetep saya gak mau, karena saya gak tau dan uangnya pun saya gak tau. Barangnya apa yang hilang apa saja, saya gak tau,” tuturnya.
Aneh nya lagi kordinator nya tersebut malah menyarankan agar kendaraan pribadi milik AS untuk di jual, untuk menutupi dan membereskan masalahnya.
“Di hari itu juga anehnya dia nyaranin begini ke saya, de saya ada simpenan buat ngeberesin ini semua. Saya cuman mau bantu kamu aja, saya ada uang 30 juta gimana kalau itu mobil saya bayarin terus saya bilang pak 30 juta ini mobil buat nutupin ini aja gak cukup sisanya saya harus nyari kemana lagi. Udah tenang aja nanti sisanya saya limpahin ke anak-anak yang lain bahasa nya seperti itu,” tuturnya.
Bahkan, kata dia ada unsur paksaan untuk membuat surat pernyataan dan pengancaman melaporkan ke pihak kepolisian.
“Intinya dalam surat pernyataan itu saya di paksa untuk mengaku mengambil barang dan dipaksa untuk tanda tangan surat pernyataan itu, tetapi saya tidak mau,” sebutnya.
As sebagai kepala toko memang bertanggung jawab di toko tersebut, segala macam kehilangan yang harus bertanggung jawab.
“Saya bingung, kalaupun emang ada selisih dari tanggal satu sampai tanggal sebelas, itu nominal segitu itu barangnya seberapa banyak, buktinya pun gak ada. Kan orang saya standby di toko,” tukasnya.
Sementara Kordinator PT tersebut belum bisa dihubungi, dengan alasan dirinya sedang sibuk bekerja.
“Gak bisa pak, mohon maaf kalo bisa chat aja saya lagi kerja. Maaf saya mau lanjut kerja, terimakasih,”tuturnya. ( Agil).
Berikan Komentar