BPTJ Tutup Sementara Halte Biskita Transpakuan Koridor 5, Gery : Kita Akan Evaluasi

Mediabogor.co, BOGOR- Pengelola Biskita Transpakuan Kota Bogor menutup sementara operasional Halte Stasiun Bogor, yang mengangkut penumpang Biskita Transpakuan. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi jalur koridor 5 Stasiun Bogor-Ciparigi.

Penutupan sementara Halte Stasiun Bogor disebabkan karena adanya evaluasi di koridor 5 Stasiun Bogor-Ciparigi. Hal itu diungkapkan Manajer Biskita Transpakuan Kota Bogor, Gery Widiana Lutpi.

“Sebetulnya faktor penutupannya itu lebih kearah bahwa kami sedang berupaya untuk melakukan penyesuaian kembali rute koridor 5. Untuk memperbaiki pelayanan kepada pengguna jasa,” katanya belum lama ini.

Ia mengatakan, sejatinya koridor 5 Biskita Transpakuan Stasiun Bogor-Ciparigi melintasi Jalan MA Salmun. Karena ada kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor bahwa Jembatan MA Salmun tidak bisa dilintasi kendaraan besar lantaran kondisi jembatan yang rusak.

Sehingga dialihkan ke Jalan Merdeka menuju Jalan Mayor Oking yang diubah jadi dua jalur. Sedianya Jalan Mayor Oking merupakan jalur satu arah. Sejatinya kata Dia Biskita Transpakuan dihadirkan untuk membantu Pemkot Bogor mengurai kemacetan di Kota Bogor.

“Sehingga Halte Stasiun Bogor yang eksisting dinonaktifkan sementara. Sampai ada titik pengganti lain, yang tetap ada di sekitar Stasiun Bogor,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, pihaknya telah memasang rambu pemberhentian bus atau Bus Stop di depan Alun-Alun Kota Bogor. Eko memastikan tidak ada perubahan rute jalan pada Koridor 5 Biskita Transpakuan meskipun titik Halte Stasiun Bogor dipindah ke Alun-Alun.

Menurutnya, pemindahan Halte Stasiun Bogor di Jalan Mayor Oking ke Alun-Alun Kota Bogor disebabkan karena sulitnya bus bermanuver di Jalan Mayor Oking. Belum lagi, kepadatan lalu lintas di jalan tersebut.

“Sehingga pelayanan halte di stasiun untuk Sementara dipindah ke bus stop Alun-Alun,” kata Eko.

Oleh sebab itu, pihaknya masih akan mempertimbangkan penggunaan kembali Halte Stasiun Bogor di Jalan Mayor Oking. Namun selama ini direkayasa dengan mengalihkan rute ke Jalan Merdeka, lalu masuk ke Jalan Mayor Oking yang ‘dipaksa’ berubah menjadi dua arah.

“Kalau masih harus manuver dari arah Kapten Muslihat, kemungkinan iya. Tapi kalau usulannya lewat Jalan MA Salmun melalui jembatan yang secara teknis diizinkan oleh Dinas PUPR, kemungkinan Halte Stasiun Bogor masih digunakan untuk pelayanan,” tandasnya. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar