HUT Kebun Raya Cibodas yang ke-170 Tahun

Mediabogor.co, BOGOR – Webinar Nasional oleh BRIN dengan topik “Hidup Berdampingan dengan Alam, Kontribusi Riset Multidisiplin KRC BRIN”
170 tahun bukan usia yang muda bagi lembaga konservasi tumbuhan ex-situ dalam menapaki jalan konservasi dan penyelamatan biodiversitas tumbuhan Indonesia. Sehingga diharapkan dengan pengalamannya yang panjang, Kebun Raya Cibodas (KRC) dapat berperan secara aktif di tingkat nasional dan global dalam bidang konservasi tumbuhan secara ex-situ dan in-situ, salah satunya dengan meningkatkan jumlah populasi spesies tumbuhan yang terancam punah.

Tentunya, hal ini tidak bisa dicapai tanpa kerja sama atau kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait. Sehingga membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder, dan memperkuat kerja sama yang sudah ada harus terus dilakukan oleh KRC. Dengan kolaborasi, nilai kemanfaatan KRC secara nasional dan global akan lebih terasa dan meningkat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan BRIN, Iman Hidayat, pada acara webinar 170 tahun KRC, pada peringatan HUT KRC yang dilaksanakan secara daring, Senin (11/4).

“Hubungan kerja sama yang sudah terjalin harus terus ditingkatkan selain membangun jejaring baru dalam kolaborasi riset dan inovasi di bidang konservasi tumbuhan dengan multi stakeholder” ujarnya.

Iman juga menambahkan, KRC masih lemah dalam hal kerja sama riset dan inovasi serta belum didukung dengan fasilitas riset yang memadai sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang konservasi tumbuhan saat ini. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi BRIN yang harus segera dibenahi.

Sementara itu, Kepala Kantor KRC, Fitri Kurniawati mengatakan, BRIN telah menyiapkan berbagai skema untuk memfasilitasi aktivitas riset dan inovasi, kerja sama serta pengembangan capacity building, seperti skema open platform fasilitas riset, berbagai skema pendanaan riset, maupun skema pusat kolaborasi riset, sehingga jumlah kolaborasi riset di KRC diharapkan semakin meningkat. Peluang tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan semakimal mungkin oleh para stakeholder, khususnya Perguruan Tinggi.

Berbagai kegiatan riset yang sudah dilakukan diantaranya terkait tanaman eksotik invasive di KRC, kemajuan riset terkait biomassa hutan dan perannya dalam regulasi iklim, terutama pohon yang berukuran besar. Kegiatan lainnya yaitu terkait konservasi tumbuhan berpotensi ekonomi dan budaya serta domestikasi tumbuhan koleksi Kebun Raya Cibodas. Namun masih banyak lagi kegiatan penelitian yang dilakukan di KRC. Kegiatan penelitian ini tidak hanya khusus untuk peneliti yang ada di BRIN, tetapi bisa juga berkolaborasi dengan stakeholder baik instansi pemerintah maupun perguruan tinggi.

Secara umum, banyak orang mengetahui bahwa Kebun Raya Cibodas adalah destinasi wisata populer di kawasan puncak, namun mungkin banyak yang belum tahu bahwa Kebun Raya Cibodas telah berumur 170 tahun pada 11 April 2022 ini dan Kebun Raya Cibodas tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan nasional melainkan memiliki 5 fungsi utama, yaitu: Konservasi, Penelitian, Pendidikan, Wisata dan Jasa Lingkungan. Pada hari Senin, 11 April 2022 bertepatan dengan HUT yang ke-170, Kebun Raya Cibodas menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menegaskan fungsi-fungsi tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata Kebun Raya Cibodas kepada lingkungan dan masyarakat.

Edukasi Botani

Kegiatan Edukasi Botani yang diselenggarakan Kebun Raya Cibodas pada HUT kali ini diselenggarakan bersama antara BRIN & mitra pengelola Kebun Raya Cibodas (PT. Mitra Natura Raya) dengan menghadirkan kelas edukasi & praktek berkebun langsung yang dihadiri oleh 6 (enam) Sekolah Dasar di sekitar kawasan Cipanas, yaitu SDN Cimacan, SDN Cimacan, SDN Raraha, SDN Jayagiri, SDN Girimukti, SDN Trikarya.

Kehadiran SD tersebut yang juga dihadiri oleh Dinas Pendidikan Cipanas sebagai penegasan fungsi edukasi sebagai salah satu fungsi utama Kebun Raya Cibodas. Materi Edukasi yang disampaikan juga masih sesuai dengan identitas Kebun Raya Cibodas sebagai pusat konservasi botani, sehingga materi edukasi merupakan kelas dasar berkebun dan sangat terkait dengan fungsi Konservasi, kelas tersebut antara lain: (1) praktek pembuatan Kompos, (2) Perbanyakan tanaman secara Vegetatif , (3) Perbanyakan tanaman secara Generatif
Tidak hanya memberikan seperti layaknya sebuah kelas atau seminar, keunggulan Kebun Raya Cibodas sebagai pusat Konservasi tumbuhan dataran tinggi juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk uji coba praktek langsung terhadap berbagai teknik terkait ilmu diatas, lebih menariknya lagi kegiatan praktek ini turut langsung dibantu oleh tenaga ahli dari BRIN sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap fungsi pendidikan.

Marga Anggrianto selaku General Manager PT. MNR Kebun Raya Cibodas mengatakan “siswa-siswi SD tersebut sangat antusias ketika mengikuti praktek, mungkin karena selama ini banyak sekolah online dan baru dimulai pembelajaran tatap muka, kami harap dengan adanya kegiatan edukasi perbanyakan tanaman sangat membantu agar generasi muda peduli dalam melindungi dan melestarikan tanaman yang dilindungi dengan teknik perbanyakan tanaman tersebut”

Perwakilan Dinas Pendidikan yang turut hadir di acara HUT KRC ini pun antusias dalam acara ini “Kami berharap segala program edukasi Kebun Raya Cibodas dengan dunia Pendidikan akan terus terjalin dan Kebun Raya Cibodas dapat terus memberi manfaat” ungkap D. Sudana, S.Pd., M.Si. selaku Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pendidikan Dasar Kec Cipanas, Disdikpora Kab. Cianjur.

Virtual Tour

Selain kegiatan edukasi & konservasi, PT. Mitra Natura Raya juga melakukan kegiatan Virtual Tour sebagai bentuk eduwisata modern kekinian. Virtual Tour ini menyusuri indahnya Kebun Raya Cibodas secara virtual dan dipandu oleh Tour Guide Professional Kebun Raya Cibodas, Virtual Tour ini menerangkan taman-taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas, yaitu Taman Sakura, taman liana, tanaman obat, pohon kayu putih Eucalyptus, pohon araucaria, taman lumut, bunga bangkai, kantong semar, taman paku Pakuan, agathis damara, rumah kaca (konservatorium).

Virtual Tour ini merupakan inovasi PT. Mitra Natura Raya di masa pandemi Covid-19 ini sebagai solusi bagi yang ingin menikmati indahnya Kebun Raya secara virtual dari rumah, kegiatan ini seringkali diikuti oleh siswa-siswi SD ketika diterapkannya pembelajaran online karena pandemi ini.

Sejarah Kebun Raya Cibodas
Didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Pada awalnya dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya). Kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pada tahun 2020, LIPI bekerja sama dengan mitra swasta pengelola pelayanan publik wisata, yaitu PT. Mitra Natura Raya untuk pengelolaan pelayanan publik 4 (empat) Kebun Raya dibawah naungan LIPI, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi & Kebun Raya Eka Karya Bali.
“Dalam Hari Ulang Tahun Kebun Raya Cibodas yang ke-170 tahun hari ini, kami selaku mitra dari BRIN turut berkomitmen untuk mendukung 5 fungsi asli Kebun Raya dengan menyelenggarakan fungsi Pendidikan dengan kemitraan yang erat antara kami dengan BRIN, kami berharap Kebun Raya Cibodas dapat selalu memberi manfaat lebih dari sekedar tempat wisata kepada masyarakat” ujar Marga Anggrianto, General Manager PT. Mitra Natura Raya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor KRC, Fitri Kurniawati menambahkan “semoga kegiatan edukasi botani di hari ulang tahun kebun raya cibodas yang ke 170 tahun ini akan membawa kebermanfaatan bagi siswa siwi sekolah dasar penerima manfaat. Dan semoga kegiatan ini juga dapat menggugah minat siswa siswi untuk lebih memiliki ketertarikan/minat untuk mempelajari pengetahuan dalam bidang botani” (red)

Berita Terkait

Berikan Komentar