Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Tinggi, Ini Penyebabnya?
Mediabogor.co, BOGOR – Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakkir menyebut harga jual minyak goreng di pasar tradisional di Kota Bogor saat ini masih tinggi.
Ternyata distributor yang menjadi penyebab masih tinggi harga minyak di pasaran. Hasil ini di dapat usai pihaknya melakukan monitor ke sejumlah pasar tradisional.
“Nah, monitor kita memang pedagang mendapatkan minyak goreng dari distributor masih tinggi, dan sangat mahal perliter masih diatas Rp18 ribu. Mau gak mau mereka juga jual harus mencari untung,” kata Muzakkir, Sabtu (5/2/2022).
Oleh karenanya, ia mengaku tengah mencari informasi mengapa minyak goreng subsidi tidak masuk ke pasar lebih banyak. Sebab, berdasarkan keterangan pedagang, mereka mendapatkan minyak goreng yang sudah disubsidi dan masuk ke pasar hanya sebesar 5 hingga 10 persen.
“Bisa kebayang yang masuk di pasar itu sedikit, jadi mau gak mau harga jual masih ngikutin harga pasar, jadi (harga) masih sangat tinggi,” ujarnya.
Sementara kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru tersebut seharusnya berlaku di pasar tradisional atau pasar rakyat mulai, Rabu (2/2), dengan harga Rp14 ribu. Karenanya, Muzakkir menyebut butuh kebijakan lagi untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Kita butuh kebijakan lagi dari pusat seperti apa tindaklanjutnya, walaupun sebenarnya gampang tinggal datang ke pasar lalu pendataan,” Kata Mantan Ketua HIPMI Kota Bogor.
“Kalau (harga) minyak goreng mau diseragamin jadi Rp 14 ribu, berapa barang yang dipunyai pedagang, mungkin tinggal disubsidi dari stok yang ada,” tambahnya.
Dengan begitu, ia meminta pemerintah pusat tinggal mensuplai stok barang baru dengan harga baru yang ingin diseragamkan.
“Kita lagi koordinasi di tingkat Pemkot apa yang harus kita lakukan, karena kan kalau pasar kami sebagai pengelola hanya mengikuti harga pasar tanpa bisa menekan pedagang menjual 14 ribu,” Imbuhnya.
Pihaknya berharap ada keberpihakan pemerintah pusat untuk mengendalikan harga minyak goreng sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Karena pantuan kami (PPJ) di pasar tradisional masih tinggi semua,” ujarnya.
Diketahui, HET minyak goreng baik curah maupun kemasan masih berkisar Rp19 hingga 20 ribu. Angka ini berlaku hampir merata di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor. (Andi)
Berikan Komentar