Sekda Geram Proyek Pembangunan Jalan Senilai 30 Milyar Terancam Molor
Mediabogor.co, BOGOR – Proyek pembangunan jalan Surya Kencana (Surken) yang menelan anggaran senilai Rp30 miliar di Kota Bogor terancam molor.
Sebab, pengerjaan penataan kawasan Surken yang merupakan pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) baru mencapai 51 persen, sepekan jelang akhir tahun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sopiah mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan penataan Surken, pertama karena banyak perubahan perencanaan saat pekerjaan berlangsung.
Kedua, Syarifah karena keterlambatan pengerjaan juga dikarena proyek Surken berada di kawasan padat penduduk. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pihak kontraktor agar menggeber pengerjaan proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp30 miliar.
“Semua (pekerjaan) dibatasi waktu, harus selesai pekerjaanya dan kontraknya berakhir pada 30 Desember,” kata Syarifah saat meninjau pekerjaan penataan Kawasan Surken, Kota Bogor, pada Kamis(23/12/2021).
Progesnya harus cepat, Syarifah meminta pengerjaan di spot Kampung Cincau dan Padasuka dapat segera dikerjakan.
“Malam ini (harus) dikerjakan, Kampung Cincau dan Pada Suka. Saya minta aparat wilayah koordinasi dengan Dishub, Satpol PP untuk mendukung pengerjaannya. Malam ini ditutup untuk menurunkan alat berat dan material,”tegasnya.
“Pengerjaan stamp konkrit dengan pedestrian kiri kanan (diharapkan) selesai,” lanjutnya.
Syarifah menjelaskan, jika pekerjaan di Kampung Cincau selesai maka akan menambah progres pekerjaan sebesar 21 peesen, dan sisanya berharap 19 persen penambahan progres berasal dari penyelesaian spot pedestrian Jalan Roda.
“Kita minta dua pekerjaan itu (Kampung Cicau dan Pedestrian Jalan Roda) dikerjakan secara pararel. Gak bisa nunggu, keduanya harus dikerjakan bersamaan. Kalau bergantian menunggu tidak akan selesai,” imbuhnya.
Syarifah mengakui penataan kawasan Surken tidak mudah. Karena itu, dirinya berharap warga turut mendukung program yang tengah dikerjakan Pemkot Bogor.
“Jadi ini yang kita hadapi di lapangan. Apapun itu, bisa berjalan. Ada persoalan apapun, inginya tertangani karena masyarakat inginnya clear. Tidak ada masalah,” tandasnya. (Andi)
Berikan Komentar