Sebanyak 117 Siswa SMP PGRI 5 Kota Bogor Ikut Uji Coba PTM

Mediabogor.co, BOGOR- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di tiga sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Selasa (28/9/21). Hasilnya Protokol Kesehatan (Prokes) sudah berjalan dengan baik dan dipastikan tanggal 4 Oktober 2021 mendatang PTM bisa terlaksana pada 44 tingkat SMP.

Selain itu tingkat vaksinasi di tingkat SMP sudah bagus dengan angka hampir mencapai 100 persen setiap sekolah dan sarana dan prasarana sudah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Saat awal PTM mendatang, yang diberikan kepada para siswa adalah pemahaman tentang Covid-19 agar para siswa-siswi konsisten menjalankan Prokes.

Kepala Sekolah SMP PGRI 5 Kota Bogor, Suci Indrawati mengatakan, yang masuk hari ini ada 117 anak, atau ada delapan kelas. Kelas 7 empat kelas dan kelas 8 ada tiga kelas, telah disiapkan 20 wastafel untuk cuci tangan. Siswa antar tingkatan tidak pernah akan bertemu, karena kelas 7 masuk pukul 07.30 WIB pulang pukul 11.00 WIB dan kelas 8 masuk 08.30 WIB dan pulang pukul 12.00 WIB, tidak bertemu karena jaga jarak didalam kelas juga.

“Semua sudah divaksin, karena kebijakan saya dengan surat edaran kepada orang tua apabila anak tidak divaksin, maka diminta untuk mengundurkan diri dari sekolah. Karena vaksin untuk kebaikan mereka juga,” imbuhnya.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi mengatakan, intinya Kota Bogor harus memulai PTM, tidak melihat daerah lain tapi melihat persiapan secara teknis. Tahapan-tahapan harus sesuai SKB 4 menteri, salah satu izin orang tua. Dal tahapan juga sekolah-sekolah mengajukan ke satgas Covid-19 melalui Disdik untuk permohonan PTM, pertengahan September lalu verifikasi aktual ke sekolah melihat tahapan-tahapan yang tertuang SKB empat menteri tersaji tidak dalam ajuan sekolah.

“Kemudian kami menggunakan beberapa tenaga pengawas dan tenaga kesehatan untuk mengecek syarat-syarat sesuai SKB 4 menteri. Diketahui ada 50 sekolah SMP yang mengajukan tapi yang siap 44 sekolah, kemudian 44 sekolah diajukan ke ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor. Sebelum itu, kami lakukan ujicoba simulasi hari ini dengan tiga sekolah yaitu SMP Negeri 5, SMP PGRI 5 dan sekolah Boarding school Bintang Pelajar karena ini sekolah berasrama. Kami melihat dalam ujicoba ini sesuai Prokes atau tidak. SMP Negeri 5 yang masuk kelas 9, PGRI 5 kelas 7 dan Bintang Pelajaran semua tingkatan SMP masuk,” ungkap Hanafi usai pemantauan.

Hanafi mengapresiasi, sekolah dan siswa sudah menjalankan Prokes dengan baik, apalagi Bintang Pelajar yang luar biasa ketat prokesnya. Contoh siswa baru exit ke bintang pelajar pada Sabtu kemarin. Persyaratan masuk ke sekolah sepanjang diizinkan orang tua, siswa isolasi mandiri dahulu dirumah selama 10 hari dan antigen mandiri dilampirkan hasilnya ke sekolah. Kemudian nanti sekolah melakukan antigen juga, setelah masuk ke sekolah tidak ada kontak orang tua.

“Ini luar biasa, yang kami harapkan sesuai seperti itu. Mudah-mudahan bisa berjalan prokesnya di 44 sekolah yang siap. Kemudian gelombang kedua PTM ada 28 sekolah SMP semua swasta, untuk gelombang pertama swasta dan negeri. Ujicoba kami lakukan selama satu hari dan tanggal 4 PTM serentak. Kami juga berkoordinasi dengan KCD dan Kantor Kemenag selaku pengelola MTS dan MA, agar melakukan hal sama dengan kami. Untuk SD, ada 36 sekolah pertama kemungkinan diminggu ketiga bulan Oktober 2021 berjalan secara bertahap kalau kondusif, pada tingkat kelas 4,5 dan 6,” tambahnya.

Hanafi menerangkan, tingkat SD kelas 1,2 dan 3 akan dilaksanakan apabila situasi kondusif. Tingkat PAUD sudah berjalan karena sisi pemantauan lebih mudah satu kelas sekitar 5 orang dan dari lingkungan sekitar saja.

“Kami mengimbau orang tua tidak menunggu atau diantar jemput tanpa menunggu. Kalau menunggu dikhawatirkan ada kerumunan baru, kami pengecekan hari ini juga bersama Polresta Bogor Kota, Dinkes, Satpol PP, KPAI kemudiam dari Wandik dihadirkan komite sekolah dan perwakilan orang tua juga. Harapan kami ketentuan SKB 4 menteri dilakukan tidak hanya konsep, agar tidak ada kelaster sekolah,” terangnya didampingi Kabid SMP Yosep dan Kasubag Perencanaan dan Pelaporan pada Disdik Kota Bogor Darmawan.

Hanafi juga meminta, dukungan temen-temen media agar bersama-sama mensosialisasikan Prokes dalam PTM. Untuk kapasitas 50 persen yang masuk, dengan catatan sepanjang diizinkan oleh orang tua. Ia juga mengimbau orang tua memvaksin anak-anak, seperti di SMP PGRI 5 ini mengambil keputusan, kalau siswa belum divaksin, harus divaksin dahulu. Kalau tidak dipersilahkan mengundurkan diri dari sekolah, jadi angka vaksin sudah 100 persen, paling sisanya di PGRI 5 ini yang sakit, penyintas dan belum 12 tahun.

“Jadi sudah 100 persen hitungan kami di SMP PGRI 5, kalau sekolah lain ada hitungan jari yang tidak boleh vaksin oleh orang tua. Untuk awal PTM nanti proses belajar lebih kepada pembinaan dan pengarahan anak tentang Covid-19, sehingga mereka secara individu melekat Prokes dalam diri, kalau kurikulum menyesuaikan sendiri sesuai yang sudah diatur sekolah. Jadwal PTM sendiri ada yang 5 hari atau ada yang kurang, tapi dalam SKB 4 menteri diperbolehkan setiap hari dalam satu pekan. Evaluasi dilaporkan secara berjenjang ke Disdik Kota Bogor agar dinas tahu perkembangan, agar kalau ada yang terpapar SOP seperti apa,” bebernya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar