PPKM Darurat, Ade Yasin : Minta Satgas Kecamatan dan Desa Monitor Tempat Wisata
Mediabogor.co, BOGOR- Ade Yasin Bupati Bogor meminta tempat wisata Gunung Salak Endah (GSE) yang berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor diperketat penjagaannya selama 24 jam di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Hal ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Alhamdulillah hari ini kita sidak di wilayah barat yang hari libur biasanya selalu ramai, ternyata semua sudah paham aturan dan sudah tersosialisasikan bahwa tempat-tempat wisata tutup,” ungkapnya kapada awak media, Minggu (04/07/2021).
Ia mengatakan, pihaknya akan menutup tempat wisata jika ditemukan ada pelanggaran karena dirinya sudah melakukan kunjungan dan mensosialisasikan.
“Kita sudah kunjungan, mensosialisasikan apa lagi yang kurang, kalau mereka masih melanggar, hanya 17 hari ko kita tutup,” singkatnya.
Lanjut Ade Yasin, pihaknya selalu berkordinasi dengan satgas Kecamatan dan Desa agar selalu memonitor tempat wisata hingga 24 jam agar tidak menimbulkan kerumunan.
Sementara itu Ade Yasin mengintruksikan Satpol-PP kecamatan agar masyarakat yang mengunakan akses jalan tikut segera di tinjau, bahkan dirinya melihat masih ada pengunjung yang lalu-lalang.
“Oh iya tadi lihat, saya sudah instruksikan Kasat Pol PP untuk mengecek lokasi di sana, tadi kita lihat hanya ada kendaraan saja tapi orangnya ga ada, itu kan jatohnya pelanggan ya,” tegasnya.
Ade Yasin mengimbau, agar seluruh masyarakat ikut serta dalam PPKM darurat agar Covid-19 ini tidak makin meluas.
“Kita lihat dampaknya banyak yang sakit, meninggal karna Covid-19, jadi kita meminimalisir itu dengan upaya bersama, menjawab dengan kekompakan, bagai mana kita tanganin ini sama-sama,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua DPC pariwisata GSE, Darul Dinar menyampaikan, gerbang lokapurna GSE ditutup tanpa terkecuali memang mengikuti program dari pemerintah kita putar balikan semua tanpa terkecuali.
“Pagi ini kebetulan ada penyekatan juga di Kwcamatan pamijahan sekitar Seratus mobil belum kendaraan roda duanya,” ujarnya.
Menurutnya, semua untuk objek wisata sudah di imbau dan kita menekankan semuanya untuk di tutup, kemudian untuk villa-villa semuanya kita cek untuk dikeluarkan apablia masih ada yang masih menginap kita keluarkan
“Upaya kami sudah kita lakukan terutama dari jalur-jalur tikus yang Gunung Picung kita lakukan pengawasan hanya ada saja mungkin kebocoran tetapi itu pun kondisinya jam 5 pagi tetapi pagi-pagi nya kita suruh keluar,” bebernya.
Lanjut darul, sosialisasi kepada para pengelola wisata dan pengelola villa kami sudah sosialisasi kepada mereka dengan memberikan surat edaran dan imbauan
“Tetap patuhi anjuran dari pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran covid-19,”pungkasnya. ( Agil).
Berikan Komentar