Bogor Timur Gandeng KPA Berikan Pemahaman Bahaya HIV AIDS Kepada Remaja
Mediabogor.co, BOGOR- Kecamatan Bogor Timur dan Puskesmas bekerjasama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor menggelar edukasi dan pemahaman bahaya HIV AIDS kepada Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) RW 05, Perumahan Unitex, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogr Timur Kota Bogor.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Bogor Timur Rena Da Frina dan Lurah Sindangrasa, Dede Sugandi.
Penanggung jawab program HIV AIDS Puskesmas Bogor Timur, Iska Beritania Sinulingga mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang HIV AIDS kepada remaja, sehingga para remaja mengetahui apa bahaya dari HIV AIDS.
“Jadi, acara ini dilakukan supaya para remaja paham tentang HIV AIDS dan bisa menjaga diri mereka dari bahaya HIV AIDS, karena sex education dan HIV AIDS itu sendiri masih tabu di dalam keluarga mereka,” ucap Iska kepada wartawan.
Iska menerangkan, bahwa di Kota Bogor yang paling bayak menderita HIV AIDS itu adalah komunitas homo sexual.
“Saat ini penderita HIV AIDS itu bukan saja diumur 25 tahun keatas tapi sudah mulai ada diumur 25 tahun kebawah, untuk itu pemahaman bahaya HIV AIDS itu harus diketahui mulai dari remaja,” terangnya.
Menurutnya, di Kecamatan Bogor Timur mempunyai hotspot berkumpulnya komunitas-komunitas yang mudah tertular HIV AIDS, seperti hotel, cafe, karaoke dan tempat hiburan lainnya.
Dengan demikian, lanjut Iska hotspot-hotspot itu menjadi perhatian pihaknya agar jangan sampai warga Kecamatan Bogor Timur menjadi turut serta dengan komunitas di dalam hotspot tersebut.
“Bu sekcam mau memfasilitasi kami untuk sama-sama melakukan sosialisasi HIV AIDS, untuk itu, kami akan turun di seluruh Kelurahan di kecamatan Bogor Timur,” katanya.
Ia pun meminta kepada remaja untuk menjauhi sex bebas dan narkoba, karena menurutnya dengan melakukan sex bebas dan menggunakan narkoba bisa terdampak dan tertular HIV AIDS.
“Intinya adalah melakukan sex itu dengan tepat, tepat waktunya, tepat caranya. Kalau belum waktunya jangan dilakukan, begitu juga dengan narkoba, jauhi narkoba, karena apa yang dilakukan itu semua akan berdampak. Kita harus melakukan dengan berpikir apa yang terbaik dengan diri kita,” jelasnya.
Sementara itu, pengelola program KPA Kota Bogor, Siti suginarti menuturkan kegiatan edukasi dan pemahaman HIV AID ini merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh KPA Kota Bogor, namun sempat terhenti karena adanya pandemi Covid-19.
“Saat ini kami mencoba menggali lagi di dalam PIK-R atau karang taruna untuk diberikan lagi informasi-informasi tentang HIV AIDS, dan informasi itu sepaket dengan pemahaman bahaya narkoba dan infeksi menular sexsual,” tutur Siti.
Dengan demikian, sambung Situ KPA Kota Bogor sangat menginginkan semua pihak untuk berperan serta dalam kegiatan pemahaman dan edukasi bahaya HIV AIDS ini, karena angka HIV AIDS di Kota Bogor terus naik. Meski saat ini semua fokus menyelasikan Covid-19, penularanHIV AIDS itu tidak berhenti.
“Harapannya semua lapisan dan semua pihak terutama pemangku kebijakan yang ada di wilayah ikut berperan serta dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS ini,” harapnya.
Menurutnya, pemahaman HIV AID dari remaja di Perumahan Unitex ini sangat bagus, karena remaja sekarang itu sangat kritis. Mereka cukup banyak tahu dari internet, namun ketika mememukan informasi dari inyernet itu, harus di dampingi. Kadang-kadang banyak informasi yang tidak dipahami.
“Kalau infomasi ini mereka sangat excited, kurang lebihnya mereka sudah paham, namum agak sedikit malu-malu, karena ini kan berhubungan dengan sex dan kita menganggap sex itu hal yang tabu,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar