Ditengah Pandemi, Peminat Kursus Bahasa Turun 50 Persen

Mediabogor.co, BOGOR – Selain sektor pendidikan, pandemi covid-19 juga menyebabkan turunnya minat pelajar dan mahasiswa untuk menjalani les bahasa, di sejumlah lembaga kursus.

Kepala Seksi Akademik Lembaga Kursus Bahasa Lia Cibinong Ganesha H Rahardjo mengatakan, sejak pandemi covid-19 pada 2020 lalu, tepatnya pada Februari 2020, pihaknya mulai menerapkan sistem pembelajaran daring bagi peserta didik.

Bahkan pihaknya juga memberlakukan digitalisasi, pada buku saku dan modul pembelajaran. Bahkan, demi memuluskan proses pembelajaran di tengah pandemi, materi pelajaran bisa langsung di download di laman resmi lembaga kursus.

“Pendistribusian materi juga kami lakukan lewat daring seperti google drive dan email. Kami juga siapkan forum khusus bagi siswa dengan mentor. Kami juga melakukan digitalisasi, seperti materi pelajaran, buku pegangan untuk siswa sesuai jenjang, kelas dan kebutuhan. Jadi nanti siswa tinggal download di website dan media yang kita sediakan. Tapi kalau siswa mau mengambil materi berupa buku atau CD kami persilahkan,” katanya, Selasa (2/3).

Ganesha mengakui, selama pandemi covid-19 melanda, minat pelajar untuk melakukan kursus les bahasa mengalami penurunan. Hal tersebut diketahui berdasarkan jumlah rata-rata pendaftar.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, biasanya dalam satu term pendidikan kursus atau 3 bulan pembelajaran, rata-rata bisa diikuti 800 hingga 1200 siswa.

Namun kini, di tengah pandemi covid-19, rata-rata peserta didik untuk satu term, tidak pernah lebih dari 500 peserta. “Jika dipresentasikan penurunannya mencapai 50 persen lebih, jika dibandingkan sebelum pandemi covid-19. Kalau dihitung dari total kapasitas, paling slot yang terisi cuma 50 persen,” ucapnya.

Kendati demikian, pembelajaran kursus bahasa tetap dilakukan. Bahkan, semuanya berjalan hampir seperti biasanya, hanya berbeda dari metode pembelajaran yang semula menggunakan tatap muka, kini beralih ke daring.

“Secara umum sama, pembelajaran kita lakukan dua sesi untuk reguler, di hari Senin dan Rabu, Selasa dan Kamis dan Sabtu. Setiap pembelajaran kita lakukan selama dua jam, untuk menghindari kejenuhan, karena pembelajaran kita lakukan secara daring bukan dengan tatap muka,” tutupnya. (Wisnu)

Berita Terkait

Berikan Komentar