Pemkab Bogor Minta SKPD Gercep Ajukan Tender di Awal Tahun
Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk sesegera mungkin melakukan tender Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) di awal tahun ini.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, penerapan sistem tender di awal tahun dilakukan agar tidak ada proyek pembangunan yang mundur dan terkendala waktu. Sebab, pada 2020 kemarin, banyak pekerjaan infrastruktur yang meleset dari target dengan alasan waktu yang sempit dan covid-19.
“Ini semua evaluasi dari tahun kemarin, agar pada tahun ini tidak ada alasan lagi waktunya mepet, jadi semuanya kami percepat proses lelangnya,” katanya.
Ade juga meminta kepada SKPD, agar hal ini dapat ditindaklanjuti dengan segera. Khususnya, SKPD yang memiliki tender yang tergolong banyak. Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.
“Ini semua sesuai dengan arahan Pemkab Bogor, Gerak Cepat (Gercep). Kalau bisa dilakukan sekarang lelangnya, kenapa mesti ditunda agar semua proyek infrastruktur bisa segera terlaksana dan tanpa hambatan,” bebernya.
Kepala ULPBJ Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji mengatakan, berdasarkan data yang ada pada pihaknya, hingga akhir Februari ini, baru ada 25 paket tender yang masuk kepadanya.
“25 tender ini terdiri dari 6 pengadaan barang, 4 paket kontruksi, empat jasa lainnya dan 11 tender jasa konsultasi,” katanya, Minggu (28/2).
Dari 25 paket tender yang masuk tersebut, sambungnya, 10 tender dinyatakan selesai, 8 tender sedang berjalan, 5 tender persiapan dan 2 lainnya gagal tender.
Dari 25 tender tersebut, memiliki total pagu anggaran sekitar Rp265,6 miliar. “Pengadaan barang pagu anggarannya Rp22,8 miliar, jasa konsultasi Rp14,5 miliar, jasa lainnya Rp6,6 miliar dan jasa konsultasi Rp221,6 miliar,” bebernya. (Wisnu)
Berikan Komentar