Dampak Pandemi, 636 Buruh Kena PHK dan 3600 Dirumahkan

Dampak Pandemi, 636 Buruh Kena PHK dan 3600 Dirumahkan

Mediabogor.id, BOGOR- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Bogor menyebut, masa wabah pandemi Covid-19 ini tercatat ada 636 pekerja atau buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan maupun sebanyak 3600 yang ikut dirumahkan hingga menunggu kebijakan perusahaan masing-masing.

Ellia Buntang Kepala Dinas (Kadis) Disnakertrans Kota Bogor mengatakan, hal ini sangat memengaruhi kestabilan sektor industri di Jabar terutama bagi para pekerjanya.

“Sampai saat ini tercatat lebih dari 62 ribu pekerja di Jawa Barat (Jabar) harus mengalami PHK ataupun dirumahkan oleh perusahaan dimana mereka bekerja,” kata Ellia, melalui telepon selulernya, kepada Mediabogor.id, Senin (4/5/20)

Kata dia, khususnya untuk di Kota Bogor ini ada sebanyak 636 pekerja atau buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan maupun ada sebanyak 3600 yang ikut dirumahkan hingga menunggu kebijakan perusahaan masing-masing.

“Selain dari itu kami sempat menyinggung solusi kartu prakerja yang di gagas oleh pemerintah,” ujarnya.

Ellia menjelaskan, ada berbagai input dan kritik tentang kelemahan format pelatihan kartu prakerja dalam situasi kondisi seperti ini, yang diantaranya dapat menjadi bahan evaluasi awal. Misalnya, pelatihan online tidak cukup hanya melalui modul video, tapi perlu dilengkapi tatap muka secara jarak jauh, dari ini semuanya kita lagi wancanakan terkait dengan pelatihan kartu prakerja ini.

“Nah sedangkan data kartu prakerja itu, langsung online dari Kemenko Perekonomian, kita sangat sulit mengetahui yang diwilayah ini, mulai dari kabupaten, kota, provinsi bahkan seluruh bukan hanya kota Bogor saja,” bebernya.

Akan tetapi data itu sudah kita sampaikan melalui provinsi sampai detik ini pun kita belum tau sama sekali siapa yang dapat dan siapa yang belum.

“Makanya kita bersepakat pelatihan itu dihilangkan dengan kondisi seperti ini tidak efektif,”kata dia.

“Untuk perusahaan di kota Bogor ini, allhamdulillah tidak ada yang jatuh bangkrut atau collef. Terkecuali ada kasus perusahaan di tahun 2017 lalu sudah mengalami kebangkrutan,” ujarnya.

Masih kata Ellia, akan tetapi kalau kondisi situasi seperti ini terus kita sangat kuatir, nah rata-rata yang di rumah kan ini, tidak total hitungan kerjanya misalnya ada 3 shift kerja mereka ini digilir, dengan sistem tiga hari masuk tiga hari libur atau tukar shift.

Adapun harapan dari para buruh terkait dengan yang saya sebutkan kan tadi yaitu prihal kartu pra-kerja dengan program basis online jika anggarannya dijadikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) semuanya yang 22 triliun itu bisa menambah kouta kurang lebih 1,15 ini kita bisa pake subsidi untuk para korban PHK yang mencapai dua juta orang, dan itu pun jika di hilangkan program kartu prakerja nya dan “Allhamdulillah beberapa usulan Kadis melalui provinsi kita kirim surat usulan kepada bapak presiden terkait dengan kartu pra-kerja tersebut,” pungkas Ellia. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar