Sembilan Hari PSBB, Kondisi Lalin dan Pengunjung Pasar di Kota Bogor Masih Ramai
Sembilan Hari PSBB, Kondisi Lalin dan Pengunjung Pasar di Kota Bogor Masih Ramai
Mediabogor.id, BOGOR- Sembilan hari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, Jawa Barat, namun terlihat tidak efektif. Buktinya, di beberapa jalan protokol di Kota Bogor masih dipadati kendaraan. Tak hanya itu,
terjadi lonjakan pengunjung di beberapa pasar dan lapak pedagang kaki lima (PKL), Kamis (23/4/20).
Terlihat dalam pantauan Mediabogor.id, pada pukul 09.00 WIB, kondisi pasar Bogor dan lapak PKL Lawang Seketeng dan Jalan Pedati nampak ramai dikunjungi warga yang berbelanja untuk kebutuhan menjelang puasa.
Namun dari pemandangan ini, beberapa pedagang dan pembeli nampak tidak mengenakan masker dan physical distancing juga tidak dijalankan.
Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir, membenarkan terjadinya lonjakan pengunjung. Namun ia mengaku bahwa semua masyarakat yang ingin berbelanja diwajibkan mencuci tangan dan mengenakan masker.
“Walaupun PSBB memang antusias masyarakat menjelang puasa pertama cukup tinggi. Kami wajibkan cuci tangan dan jaga jarak,” ucapnya melalui sambungan telepon seluler.
Namun, ketika ditanyakan soal keberadaan PKL yang tidak mengenakan masker, Muzakkir berkilah kalau PKL berada dibawah ranahnya Dinas UMKM.
“Memang saya kaget karena ramai sekali dan padat. Tapi saya hanya bisa menyampaikan imbauan, karena itu bukan ranah kami. Saya sudah komunikasikan dengan pimpinan dan UMKM agar bisa dipantau langsung,” kilahnya.
Dilokasi terpisah, Kabid Dalops Satpol-PP Kota Bogor, Theo Patricio Freitas, mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan penindakan secara tegas. Namun untuk sosialisasi dan imbauan sudah ia lakukan berkali-kali.
“Di wawar sudah, di ingatkan sudah. Tinggal kesadaran dari masing-masing pribadi,” ujarnya.
Melihat kondisi dilapangan yang semrawut, anggota DPRD Kota Bogor, Fraksi Demokrat, Eny Indari angkat suara. Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor harus tegas dalam melakukan penindakan terhadap para pelanggar PSBB.
“Kan yang penting cuma butuh makan saja 14 hari. Masa pemerintah tidak mampu memberikan makan, anggaran minta digeser sudah kami dukung,” tegasnya.
Namun ia juga berharap masyarakat bisa mengikuti instruksi pemerintah dan berdiam diri dirumah. (Nick)
Berikan Komentar