DPUPR Akan Melebarkan Jembatan Otto Iskandardinata, Ini Anggarannya
DPUPR Akan Melebarkan Jembatan Otto Iskandardinata, Ini Anggarannya
Mediabogor.id, BOGOR- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Jawa Barat akan melebarkan jembatan yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Untuk merealisasikannya, akan melakukan pebebasan lahan sekitar jembatan.
“Tahap awal pelebaran jembatan kita akan melakukan pembebasan lahan, 5 bidang di Kelurahan Babakan Pasar dan 3 bidang di Kelurahan Baranangsiang. Anggaran pembebasan lahan sebesar Rp20 miliar bersumber dari APBD 2020,” ungkap Kepala DPUPR, Chusnul Rozaqi, Kamis (16/01/2020).
Sebelum pembebasan lahan, lanjut dia, pihaknya bersama aparatur wilayah setempat akan menyosialisasikan terlebih dulu dalam waktu dekat,”Appraisal sudah, tinggal sosialisasi dan kesepakatan harga dengan warga pemilik lahan. Mudah-mudahan mulai sosialisasi pada minggu ini hari Jumat atau Senin,” ujarnya.
Kata dia, pihaknya menargetkan untuk kegiatan pembebasan lahan bisa rampung pada Februari 2020. Selanjutnya setelah itu persiapan proses lelang pembangunan fisik dengan pagu anggaran Rp40 miliar bersumber dari bantuan Pemprov Jabar.
“Saya berharap bulan April itu sudah berjalan pembangunan jika tidak ada gagal lelang. Pembangunan fisik sendiri memakan waktu delapan bulan. Untuk rekayasa lalu lintas paling pada saat pekerjaan jembatan sisi kiri ditutup separuh. Begitu sebaliknya,” imbuhnya.
Kecuali pada hari libur, kata Chusnul, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Perhubungan untuk rekayasa lalu lintas di Jalan Pajajaran. “Jadi kajiannya dari Dishub, apakah nanti pada saat hari libur Sabtu dan Minggu, Jalan Pajajaran (depan PMI) jadi dua arah atau bagaimana,” ungkapnya.
Selain pelebaran jembatan Otista dalam rapat koordinasi dengan wali kota Bogor Bima Arya ditekankan pula terkait penyelesaian program strategis lain yang digawangi DPUPR pada tahun ini. Diantaranya, lanjutan pembangunan Mesjid Agung dan penataan Jalan Suryakencana.
“Untuk penataan Suryakencana dianggarkan Rp30 miliar yang terbagi menjadi 7 koridor. Kegiatannya betonisasi Jalan Suryakencana kemudian ornamen pecinaan. Selain itu, pedestrian Jalan Pedati, Lawang Seketeng, Roda dan Klenteng,” urainya.
Chusnul menandaskan untuk lanjutan pembangunan Mesjid Agung, ia masih menunggu rekomendasi hasil kajian dari Kementerian PUPR yang dilakukan beberapa waktu lalu. “Iya, anggaran Mesjid Agung Rp15 miliar bersumber dari APBD Kota Bogor. Kita juga akan redesain Detail Engineering Design (DED) setelah adanya rekomendasi dari kementerian,” pungkasnya. (Nick)
Berikan Komentar