Polresta Dan Pemkot Bogor Mendalami Kasus Pembacokan Raihan Febriansyah

Polresta Dan Pemkot Bogor
Mendalami Kasus Pembacokan Raihan Febriansyah

Mediabogor.com, BOGOR – Polresta Bogor Kota mendalami kasus pembacokan Raihan Febriansyah yang merupakan salah satu siswa SMA swasta di Kota Bogor. Diketahui kejadian pembacokan Raihan terjadi pada Minggu (15/7/18) sekitar pukul 01.30 WIB, usai Raihan nonton bareng piala dunia di kawasan Bogor Permai.

Raihan sempat dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor, tetapi akibat luka ditangan dan punggung yang menganga korban meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dirinya segara berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor untuk menyikapi permasalahan adanya korban dari pembacokan di Jalan Ahmad Yani yang mengakibatkan salah seorang siswa meninggalkan dunia.

“Saya tegaskan ini bukan pembegalan dan rampok, tapi ini pertemuan dua kelompok yang bertemu di jalan dan ada kontak fisik disitu. Penjelasan Kapolresta saat ini Kapolresta dengan jajaran secara intens berkoordinasi dan sampai saat ini anggota belum tidur tengah mendalami kasus,” ungkapnya di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat pada Senin (16/7/18) siang.

Bima mengaku, kedepan pihaknya menyikapi secara serius dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor berikhtiar mengantisipasi hal serupa. Ini satu dari sekian puluh kejadian tapi ini ada korban meninggal dunia.

“Karen kejadian ini saya mengimbau anak muda tidak berkeluyuran malam apabila ada yang berkeliaran pukul 23.00 WIB saya akan bubarkan mereka di fasilitas publik atau umum,” tambahnya.

Bima juga mengatakan, pihak Disdik Kota Bogor meningkatkan proses pembinaan kepada siswa, Muspida juga akan bergantian melakukan bimbingan kepada siswa. Meski kejadian ini tidak bisa di katakan antar sekolah atau antar kelompok geng motor.

“Ini kelompok kumpulan biasa, saya akan berkoordinasi dengan aparatur wilayah untuk berpatroli setiap malam. Padahal pembinaan tetap berjalan untuk sekolah SMA dari Pemkot Bogor,” terang Bima.

Bima menegaskan, wali kota akan menerbitkan surat tentang jam malam bagi pelajar dan anak muda, seperti yang nongkrong di taman, simpang jalan dan difasilitas publik.

“Saya akan tindak tegas dan membubarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pihaknya tengah mendalami peristiwa pembacokan ini, baik miras dan senjata tajamnya masih didalami.

“Kami kembangkan, padahal setiap malam bentrok antar kelompok bisa terjadi. Rata-rata yang bentrok adalah remaja, Satreskrim menangani pembacokan ini,” tutur Ulung.

Ulung menegaskan, setiap malam Minggu bisa terjadi pertemuan antar kelompok sehingga bentrok, ada juga yang melakukan janjian antar kelompok untuk bentrok.

“Sejauh ini keterangan saksi tidak ada potensi mereka janjian. Pelaku sekitar tujuh orang, dari pihak korban ada tujuh motor atau 14 orang. Tidak memakai motor pelaku, dan duel pelaku memakai senjata tajam,” jelasnya.

Masih kata Ulung, pelaku masih dalam penyelidikan sampai saat ini. Untuk titik rawan bentrok ada beberapa diantaranya adalah gang aut, Bogor timur Jalan Tajur, Jalan Dadali dan Taman Heulang.

“Mungkin kurang sosialisasi dari media juga perihal adanya sosialisasi adanya jam malam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar